Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Helm Astronot Pengganti Masker, Aman Cegah Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 620 2294082 tren-helm-astronot-pengganti-masker-aman-cegah-covid-19-1PQ2S6pVwK.jpg Helm astronot (Foto : Nypost)

Pencinta fashion di New York menggunakan helm astronot sebagai pengganti masker untuk mencegah Covid-19. Dengan menggunakan helm tersebut, Anda dipastikan menjadi pusat perhatian.

Bercerita pada New York Post, Hannah Frishberg, Fashionista, mengaku, ketika dia keluar dari apartemen di Brooklyn menggunakan helm astronot untuk tujuan menghindari paparan Covid-19, semua orang melirik ke arahnya. Itu terjadi sampai dirinya sampai di rumah makan untuk sarapan.

Helm Astronot

"Bolehkah aku mengambil fotomu?" kata pria di belakang Hannah. Saat mengenakan helm astronot, Hannah mengatakan kalau dirinya samar-samar mendengar perkataan orang lain.

Hannah mengaku mendapatkan barang tersebut dengan harga 199 USD atau setara hampir Rp3 juta. "Aku terlihat seperti personel dari Daft Punk saat mengenakan helm astronot ini," terangnya.

Baca Juga : 7 Momen Haru Pengajian Nikita Willy Jelang Pernikahan

Pembuat helm astronot itu diketahui Hall Labs. Pada awal produksi, helm astronot itu dibuat sebagai peralatan ski yang dilengkapi dengan Bluetooth. Tapi, seiring berjalannya waktu dan pandemi muncul, helm astronot tersebut jadi pilihan orang yang ingin terlihat beda di masa pandemi. Tentunya menjamin Anda aman dari paparan droplet atau aerosol virus di udara.

Dijelaskan dalam laporan ini bahwa perusahaan helm astronot itu kini kewalahan menjual barang tersebut. "Banyak yang pesan," kata direktur pelaksana Hall Labs, Michael Hall. Sejauh ini, perusahaan tersebut sudah menjual 2.000 unit helm astronot tersebut.

Lantas apakah helm astronot ini aman?

Dalam keterangannya, helm astronot tersebut dilengkapi dengan filter HEPA bertenaga baterai lithium built-in yang mana filter tersebut dapat menyaring 99,7 persen partikel saat Anda mengenakannya.

Kekurangannya, kata Hannah, hanya ada di kedap suara. Jadi, Anda sulit mendengar orang bicara apa pada Anda saking tertutupnya helm tersebut.

Namun, kekurangan itu menjadi 'berkah' untuk orang-orang yang menggunakan transportasi umum. Ya, Anda tidak merasa terganggu karena suara yang terlalu bising dari kereta yang lewat misalnya atau orang-orang yang berbicara.

"Serunya pakai helm astronot, saya bisa pakai lisptik lagi dan bisa dilihat orang lain dengan rasa aman," kata Hannah.

Helm Astronot

Di sisi lain, Profesor Universitas Duke dan rekan kerja penulis studi tentang masker baru-baru ini, Warren S. Warren, cukup khawatir dengan pemakaian helm astronot untuk cegah penyebaran Covid-19. "Saya khawatir akan ada rasa aman palsu pada pemakaianya," katanya.

Namun, ia pun mengapresiasi alat tersebut. "Karena helm astronot itu bukan hanya menutupi mulut dan hidung seperti Anda pakai masker, tapi menutupi mata juga yang mana ini penting juga untuk diperhatikan. Terlebih, ada filter HEPA juga," sambung Warren.

Hannah sendiri rencananya akan mengandalkan helm astronot tersebut untuk proteksinya. Tidak hanya itu, alat tersebut pun dia rasa cocok dengan style berpenampilannya yang ternyata 'nyambung' dengan helm astronot tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini