Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkat Teknologi, Sandiaga Uno: Tercipta 1.000 Teknopreneur dan Lapangan Kerja

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 620 2300794 berkat-teknologi-sandiaga-uno-tercipta-1-000-teknopreneur-dan-lapangan-kerja-LlFHAWdJ92.jpg Industri 4.0 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Indonesia fokus memasuki industri 4.0. Perkembangan teknologi tersebut diyakini bisa memicu banyak pergeseran dalam dunia bisnis dan munculnya berbagai fenomena baru.

Pengusaha Nasional Sandiaga Uno mengatakan, industri teknologi tidak hanya membangun kewirausahaan kolaboratif, tetapi juga revitalisasi ekonomi imbas pandemi virus corona atau Covid-19. Selain itu, dapat membantu menumbuh kembangkan startup melalui kerjasama dengan mentor ahli industri dan spesialis teknologi.

Baca Juga: Wapres: Pemanfaatan Teknologi Digital Tak Bisa Dihindari

“Dengan adanya kolaborasi ini diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan menggunakan keahlian masa depan di level akar rumput," kata Sandiaga, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, kerjasama dapat menjadi langkah kecil dalam pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan dan berkontribusi kepada pemulihan ekonomi nasional. Mereka akan diberikan pelatihan, pendampingan hingga pendanaan, sehingga ketahanan pangan nasional dalam bentuk peternakan ayam diyakini dapat tercapai.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai USD133 Miliar

"Seribu teknopreneur, sejuta lapangan kerja. Lewat teknologi dan jaringan teknopreneur, saya yakin kita bisa capai itu semua," ujarnya.

Sementara itu, CEO Orbit Future Academy Sachin V Gopalan menjelaskan pihaknya akan melakukan kerjasama alih teknologi di bidang peternakan yang akan dilakukan. Kerjasama ini didasari oleh rendahnya konsumsi protein masyarakat Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara lainnya di dunia.

Seperti diketahui, pemenuhan gizi berupa sumber protein yang berasal dari hewan memiliki porsi sebesar 70%, yakni terdiri dari 1,3% daging merah, 36,1% telur, 45,4% seafood dan 17,2% ayam.

"Rendahnya persentase protein ayam inilah yang perlu untuk ditingkatkan, padahal konsumsi ayam pada masyarakat Indonesia terus meningkat dari 3,8 kilogram per tahun per kapita pada tahun 2010 menjadi 5,8 kilogram per tahun per kapita pada tahun 2018," ujarnya.

(fbn)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini