Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Air Mata, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 620 2329142 covid-19-bisa-menyebar-lewat-air-mata-benarkah-2mpPK98V7c.jpg Covid-19 bisa menyebar lewat air mata (Foto : Medicaldaily)

Penyebaran Covid-19 diyakini bisa lewat tetesan air dari pasien yang batuk atau bersin. Selain itu, penyebaran virus juga bisa lewat airbone dan kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Menjadi pertanyaan banyak orang apakah Covid-19 bisa menginfeksi seseorang lewat air mata? Dikutip dari laman WebMD, Ahli Virologi Joseph Fair, PhD, mengutarakan bahwa dirinya sempat terinfeksi Covid-19 akibat perjalanan udara yang penuh sesak dan pramugari tidak mengenakan masker. Padahal, dia menggunakan masker dan sarung tangan, tapi tidak menggunakan pelindung mata.

"Dari apa yang saya alami, saya terinfeksi Covid-19 melalui jalur mata," kata Fair. Ditanya apakah setiap orang harus mulai menambahkan pelindung mata sebagai aksesori tambahannya di New Normal, Fair menjawab 'iya'.

Namun, pakar lain punya anggapan berbeda. "Menurut saya, itu tidak bisa menjadi keyakinan 100 persen," kata H. Nida Sen, MD, direktur Klinik Uveitis di National Eye Institute di Bethesda.

"Meski begitu, itu masuk akal secara biologis," tambahnya.

Covid-19

Beberapa penelitian terkait penyebaran Covid-19 lewat mata terus dilakukan hingga sekarang. Ini dilakukan karena ada kemungkinan bahwa mata memang bisa menjadi jalur penyebaran virus penyakit.

"Jaringan bening yang menutupi bagian putih mata dan garis bagian dalam kelopak mata yang dikenal sebagai konjungtiva dapat terinfeksi oleh virus seperti adenovirus yang terkait dengan flu biasa dan virus herpes simpleks. Dan ada kemungkinan yang sama dengan virus SARS-CoV2," papar Elia Duh, MD, seorang peneliti dan profesor oftalmologi di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins di Baltimore.

Jadi, jika ada tetesan yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi melalui batuk atau bersin, atau bahkan berbicara, maka bagian depan mata akan langsung terbuka seperti saluran hidung. Lagipula, orang sering sekali menggosok matanya atau menyentuh mata mereka. "Jadi, sudah pasti ada risiko di sana," terangnya.

Lebih lanjut, untuk mempelajari apakah SARS-CoV2 dapat menginfeksi mata, Duh dan rekan peneliti di Johns Hopkins melihat apakah sel permukaan mata memiliki hal-hal utama yang membuat virus lebih mungkin untuk masuk dan menginfeksi area tersebut.

Covid-19

Dalam studinya, Duh dan tim memeriksa 10 mata post-mortem dan lima sampel bedah kongjungtiva dari pasien yang tidak memiliki virus corona. Dari sana peneliti ingin melihat apakah sel permukaan mata menghasilkan reseptor kunci untuk virus corona yaitu ACE2.

Baca Juga : Vaksin Covid-19 Harus Suntik 2 Kali agar Manjur, Jaraknya 14 Hari

Nah, agar SARS-CoV2 dapat masuk ke dalam sel, sel terlebih dulu harus memiliki ACE2 di permukaannya sehingga virus corona dapat menempel dan masuk ke dalam sel. "ACE2 itu jadi semacam pintu masuknya virus ke dalam sel," papar Duh.

Hasilnya ialah ACE2 jelas ada di sel permukaan semua spesimen. Hal ini mengejutkan para peneliti. Selain itu, hasil lainnya yang didapat adalah sel permukaan mata juga menghasilkan TMPRSS2 atau enzim yang membantu virus masuk ke dalam sel.

Meski hasil temuannya positif, Duh mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendapat jawaban yang pasti. "Tapi, semua fakta ini tampaknya menunjukkan ada kemungkinan besar bahwa sel permukaan mata rentan terhadap infeksi virus corona," ujar Duh.

Dari hasil penelitian itu pun dikatakan bahwa virus dapat ditularkan melalui saluran air mata yang menghubungkan mata ke rongga hidung dan kemudian menginfeksi sel pernapasan.

Edward E. Manche, MD, seorang profesor oftalmologi di Stanford University Medical School mengatakan bahwa meski dokter tidak tahu pasti, infeksi mata memang bisa terjadi.

"Saya pikir sekarang dipercaya secara luas bahwa Anda bisa terinfeksi Covid-19 lewat mata. Cara kerja virus memang paling sering lewat mulut dan slauran hidung, tapi jaringan mukosa mata pun ternyata bisa jadi pintu masuk virus penyakit," terang Manche. "Meski cara penularan lewat mata sangat tidak umum," singkatnya.

Covid-19

Para peneliti tidak berhenti hanya di kesimpulan mata bisa menjadi pintu masuknya virus penyebab Covid-19. Mereka pun melacak apakah air mata bisa jadi medium penyebaran virus.

"Virus telah terdeteksi pada air mata dan spesimen usap konjungtiva dari pasien Covid-19," kata Duh. Karena itu, jika pasien menggosok matanya dan kemudian menyentuh orang lain, penularan virus dapat terjadi. "Ini sekali lagi menyoroti betapa menularnya virus penyebab Covid-19," tegas Duh.

Jika ternyata virus corona bisa menginfeksi mata, maka virus itu bisa bertahan di sana sebagai sumber penularan. Hal ini terbukti dari kasus pasien Covid-19 wanita yang terinfeksi lewat mata. "Virusnya diketahui bertahan di mata selama 3 minggu setlah gejala pertama dimulai," cerita Duh.

"Kongjungtivitis atau yang biasa disebut pinkeye bisa menjadi gejala Covid-19," terang Sen, dokter mata. Karena itu, dia menganjurkan agar orang dengan mata merah, terasa gatal, keluar cairan, dan ada sensasi berpasir di mata untuk dites Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini