Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Baru Covid-19 Bisa Dilihat dari Kondisi Lidah

Uthari Handayani, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 620 2345481 gejala-baru-covid-19-bisa-dilihat-dari-kondisi-lidah-n7KPbw4w0D.jpg

Gejala baru covid-19 yang telah menginfeksi 93,8 juta orang di dunia semakin berkembang. Orang yang terinfeksi Covid-19 kini tak hanya mengalami demam tinggi ataupun batuk.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan gejala umum dari Covid-19, di antaranya demam tinggi, batuk kering dan hilangnya indera perasa atau penciuman. Kini, Covid-19 juga menunjukkan gejala yang tidak biasa, salah satunya disebut "COVID Tounge".

Melansir dari Your Tango, Profesor Tim Spector, seorang ahli epidemiologi di King’s College London berbagi cuitan untuk memperingati akan adanya gejala tersebut. Profesor Tim Spector memperingatkan 1 dari 5 orang pasien Covid-19 menunjukkan gejala yang tak biasa.

Gejala Covid-19

“Satu dari lima orang dengan Covid masih hadir dengan gejala yang kurang umum dari Public Health England (PHE), seperti ruam kulit. Dengan meningkatnya jumlah covid tongue dan sariawan yang aneh, jika Anda merasakan sakit kepala dan kelelahan, tetaplah di rumah!,” imbaunya.

Hal ini Profesor Tim Spector bagikan beserta gambar lidah pasien Covid-19. Terlihat lapisan putih tebal di atas permukaan lidah. Menurut Tim Spector, kasus Covid-19 dengan gejala lidah seperti pada gambar kian banyak ditemukan.

Baca Juga : Viral, Covid-19 Timbulkan Gejala Diare Berat, Benarkah?

Sementara itu, gejala aneh di lidah sebelumnya memang telah dikaitkan dengan Covid-19. Laman Science Direct mencatat, pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang menunjukkan lidah berwarna merah terang dengan lapisan putih di atas. Sedangkan, pasien Covid-19 bergejala parah, lidah mereka menunjukkan warna ungu dengan lapisan kuning di atasnya.

"Proporsi pasien kritis dengan lidah lunak meningkat menjadi 75 persen. Lapisan berminyak ciri signifikan pasien Covid-19. Selain itu, proporsi lapisan tebal juga meningkat dari ringan (24,9 persen) menjadi kritis (50 persen)," tulis hasil penelitian pada September 2020 itu.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini