Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ancaman Varian Corona Baru Mu, Dikabarkan Kebal dari Vaksin

Dita Angga R, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 620 2465966 ancaman-varian-corona-baru-mu-dikabarkan-kebal-dari-vaksin-qSNy2ORUbb.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRUS Covid-19 memang terus mengalami mutasi. Setelah mutasi varian Delta dan Delta Plus, kini kembali muncul varian B.1.621 atau yang dinamakan "mu" 

Varian ini pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai variant of interest (VOI). Menurut WHO, varian mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin.

Label VOI, seperti dikutip dari Livescience, berarti prevalensi varian tersebut meningkat di beberapa area dan mutasi ini cenderung mempengaruhi karakteristik virus, seperti penularan atau tingkat keparahan penyakit.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa varian ini sudah terdeteksi di beberapa negara. “Saat ini persebarannya sudah ditemukan di beberapa negara lain di Amerika Selatan dan Eropa,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa Status VoI diberikan kepada varian yang sedang diamati. Di mana pengamatan ini dilakukan untuk dapat memberikan kesimpulan bahwa varian ini bersifat lebih infeksius daripada varian originalnya.

Meskipun saat ini kondisi nampak normal, Wiku memastikan pemerintah akan terus berusaha mengawasi mobilitas dalam dan luar negeri terkait dengan adanya varian baru tersebut.

“Walaupun saat ini kondisi cenderung normal dan pembukaan beberapa pembukaan sektor juga secara gradual dilakukan, pemerintah terus berusaha menguasai mobilitas dalam dan luar negeri dengan penuh kehati-hatian,” kata dia.

Data awal studi laboratorium menunjukkan antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap vaksinasi Covid-19 atau infeksi sebelumnya kurang mampu menetralisir atau mengikat dan menonaktifkan varian mu.

Namun, temuan ini masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian selanjutnya.

Sejauh ini, varian mu telah terdeteksi di 39 negara, termasuk di Amerika Selatan, Eropa dan Amerika Serikat. Sebuah studi dari University of Miami mendeteksi varian ini pada 9 persen kasus di Jackson Memorial Health System di Miami, menurut Medpage Today.

Meskipun mu ditemukan kurang dari 0,1 persen dari semua kasus Covid-19 di seluruh dunia, tetapi varian ini menyumbang 39 persen dari kasus di Kolombia dan 13 persen di Ekuador, dan telah meningkat prevalensinya di area tersebut.

WHO menyatakan masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami varian mu dan penyebarannya.

Terkait penularannya, otoritas kesehatan di Inggris mencatat varian ini tidak menyebar sangat cepat dan tak lebih menular daripada varian delta. Tetapi mu punya kemampuan menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin.

Selain mu, WHO saat ini juga memantau empat VOI lainnya yakni eta, iota, kappa dan lambda serta empat variant of concern (VOC) yaitu alfa, beta, gamma dan delta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini