Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi: Kasus Kanker Paru-Paru Perempuan Muda Lebih Banyak Dibanding Pria

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 620 2475027 studi-kasus-kanker-paru-paru-perempuan-muda-lebih-banyak-dibanding-pria-kfiIsEdvtO.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

LAPORAN American Cancer Society pada Februari 2020 mengatakan bahwa saat ini perempuan muda lebih banyak mengalami kanker paru-paru dibanding pria. Data diambil dari seluruh dunia.

"Kasus kanker paru-paru pada wanita berusia antara 30 hingga 49 tahun lebih banyak dibandingkan pria, pada usia yang sama dan di banyak negara berpenghasilan tinggi," menurut studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer, Rabu (22/9/2021).

Meskipun merokok menjadi faktor utama risiko kanker paru, perbedaan merokok antara pria dan wanita tidak sepenuhnya menjelaskan pola dari masalah ini ternyata. Artinya, ada faktor lain yang memengaruhi angka kasus kanker paru-paru pada perempuan mendominasi sekarang.

Berhenti Merokok

Penelitian ini melibatkan peneliti kanker Ahmedin Jemal, DVM, PhD, dan Lindsey A. Torre, MSPH dari American Cancer Society (ACS). Mereka ingin melihat tingkat insiden yang merupakan jumlah orang didiagnosis kanker paru pada tahun dan negara yang sama. Lalu membandingkan pria dan wanita.

Kelompok usia yang diteliti antara 30-34 lebih dan 60-64 tahun. Data dikumpulkan dari 40 negara dari 5 benua, dan berasal dari data dimulai 1993-1997 hingga 2008-2012.

Baca Juga : Perempuan Merokok Lebih Berisiko Idap Kanker Paru-Paru dibanding Pria Loh

Selama tahun-tahun itu, tingkat insiden pria umumnya menurun di semua usia dan semua negara. Tapi pada perempuan, trennya malah meningkat pada seluruh dunia.

"Secara historis, tingkat kanker paru-paru pada pria terjadi akibat merokok. Namun, selama periode penelitian, angkanya lebih tinggi pada perempuan berusia 30 hingga 49 tahun di 6 negara; Kanada, Denmark, Jerman, Selandia Baru, Belanda, dan Amerika Serikat," papar studi.

Batuk

Peneliti menemukan tren serupa namun tidak secara statistik terjadi juga di 23 negara lain, termasuk di negara-negara berkembang seperti di Afrika dan Asia.

Apa faktor yang membuat tren kanker paru-paru pada perempuan mendominasi sekarang?

Peningkatan kasus pada perempuan sebagian besar didorong oleh peningkatan adenokarsinoma, sejenis kanker paru-paru yang banyak diidap perokok. Jenis kanker paru-paru ini juga merupakan jenis paling umum pada mereka yang tidak merokok dan lebih mungkin terjadi pada perempuan muda.

"Di beberapa negara di mana perempuan muda memiliki kasus kanker paru-paru lebih tinggi dibandingkan pria, kami menemukan fakta bahwa perempuan merokok sebanyak pria, tetapi tak pernah lebih banyak dari pria," kata Jemal.

"Ini menunjukkan bahwa perbedaan cara pria dan wanita merokok tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa tingkat diagnosis pada perempuan muda lebih tinggi dibandingkan pria muda," tambahnya.

Jemal melanjutkan, ada faktor yang cukup kuat menjelaskan mengapa kasus kanker paru-paru pada perempuan muda sekarang lebih tinggi dibandingkan laki-laki ialah perubahan komposisi rokok selama bertahun-tahun atau cara tubuh perempuan merespons zat penyebab kanker dalam tembakau.

"Ya, lebih banyak perempuan mulai merokok di tahun-tahun ketika rokok filter mendominasi pasar. Rokok filter sendiri meningkatkan risiko kanker paru-paru adenokarsinoma karena asap tembakau yang dihasilkan didistribusikan ke bagian luar paru-paru," paparnya.

Lalu, perempuan juga lebih mungkin memiliki faktor risiko genetik yang berbeda terkait dengan kanker paru-paru dibanding pria, seperti tubuh perempuan tidak dapat memperbaiki DNA yang rusak atau memiliki gen abnormal yang terkait dengan perkembangan kanker.

"Temuan kami ini memperingatkan beban kanker paru-paru yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pria pada usia yang lebih tua dalam beberapa dekade mendatang, terutama di negara maju," ungkap Jemal.

Dia dan penulis lain merekomendasikan tindakan lanjutan namun intensif, untuk membantu orang berhenti merokok dan mencegah mereka mulai merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya. Baik itu pada laki-laki maupun perempuan karena masalah kanker paru-paru benar-benar tidak mengenal jenis kelamin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini