Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Ungkap Alasan Mengapa Orang Terinfeksi Covid-19 Tanpa Gejala

Christine Natalia , Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 620 2482737 peneliti-ungkap-alasan-mengapa-orang-terinfeksi-covid-19-tanpa-gejala-k5wiy89rRN.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PANDEMI Covid-19 menjadi permasalahan global. Banyak ahli juga ilmuwan mulai melakukan penelitian guna mengatasi lonjakan varian baru dan menurunkan jumlah orang yang terpapar Covid-19.

Menilik dari Harvard Medical School,  67% kasus terinfeksi Covid-19 disebarkan oleh Orang Tanpa Gejala atau OTG. Hal tersebut juga seirama dengan penelitian lain yang diterbitkan pada 7 Januari 2021, oleh JAMA Network Open. Lalu mengapa sebagian orang yang terinfeksi Covid-19 tidak memunculkan gejala apapun?

Pakai Masker

Faktanya, penelitian lain mengungkap, beberapa orang kurang memiliki daya pertahanan terhadap Covid-19 dibandingkan dengan lainnya. Hal tersebut juga sejalan dengan makalah yang diterbitkan di jurnal Science. Menjelaskan tentang sistem interferon dan perannya dalam memerangi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Baca Juga : Waspada, Kenali Ciri Ciri Orang Terinfeksi Covid-19 Tanpa Gejala

Melansir dari Medical Xpress, selama pandemi Covid-19, tampak jelas beberapa orang memiliki gejala yang jauh lebih serius ketika terinfeksi Covid-19 dibandingkan dengan yang lain. Namun beberapa orang tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Vaksin Covid-19

Hal tersebut yang mendorong para peneliti melakukan skrining ekspresi gen terstimulasi interferon yang ekstensif. Tujuannya untuk mengisolasi kemungkinan enzim yang terlibat dalam memperingatkan sistem kekebalan terhadap infeksi.

Baca Juga : Benarkah Antibodi Pasien Covid-19 Gejala Berat Lebih Banyak Dibanding OTG?

Interferon merupakan suatu sinyal protein yang bertugas memperingatkan tubuh, saat entitas invasif seperti bakteri dan virus terdeteksi oleh tubuh. Penelitian membuat para peneliti mendeteksi OAS1, enzim yang bereaksi terhadap sinyal interferon dengan meminta respons imun ketika virus SARS-CoV-2 terdeteksi.

Penelitian lainnya telah menunjukkan, bahwa OAS1 menempel pada membran menggunakan gugus prenyl sebagai bagian dari proses pensinyalan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, pensinyalan ini dapat menghambat replikasi virus SARS-CoV-2.

Peneliti juga melihat transkriptom dari 500 pasien Covid-19 yang telah mengalami berbagai gejala. Peneliti menemukan, mereka yang tidak memiliki OAS1 terprenilasi mengalami gejala yang jauh lebih parah.

Alasan beberapa orang dilahirkan tanpa enzim tersebut masih menjadi tanda tanya, namun pekerjaan tim peneliti dapat membantu menghasilkan jenis vaksin baru untuk melawan Covid-19 dan jenis infeksi lainnya.

Kelelawar

Para peneliti juga meneliti mamalia lain yang kemungkinan terlibat dengan pandemi. Mereka menemukan,  kelelawar dan Tapal Kuda tidak memiliki bentuk OAS1 terprenilasi yang melindungi manusia dari virus.

Hal tersebut menjelaskan, mengapa virus itu betul mematikan bagi spesies tersebut. Namun, temuan ini mampu menjelaskan mengapa kelelawar merupakan inang yang sangat produktif bagi berbagai virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini