Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenag Gelar Konferensi Studi Islam, Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 620 2491204 kemenag-gelar-konferensi-studi-islam-bahas-reaktualisasi-fikih-dan-kebijakan-publik-ZuqSiZAk73.jpg Ilustrasi Kemenag menggelar konferensi internasional studi Islam. (Foto: Okezone)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran ke-20 ini berlangsung di UIN Raden Mas Said Kota Surakarta, Jawa Tengah, mulai 24 Oktober 2021 dan bertajuk 'Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy'.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan forum diskusi dosen dan peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ini dapat memberikan kontribusi teoritik serta praktik dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi bangsa.

Baca juga: Masya Allah, Siswa Tunanetra Madrasah Ini Juara Kompetisi Sains Internasional 

AICIS 2021. (Foto: Kemenag)

Lebih lanjut, kata dia, hal yang paling utmanya dalam merespons perubahan global. Gelaran AICIS diharapkan berdampak dalam penguatan identitas ilmu pengetahuan Islam Indonesia yang menjadi rujukan keilmuan Islam dunia.

Menurut dia, tema tersebut sesungguhnya dirumuskan untuk menjawab dinamika perubahan Islam dunia. Terlebih lagi mampu melihat lebih dekat bagaimana reaktualisasi fikih dan kebijakan publik dari sudut pandang Islam dalam beragam isu.

Baca juga: Wamenag Berharap Pendidikan Alquran Lebih Diintensifkan, Ini Manfaatnya 

"Seperti pandemi, moderasi beragama, kerukunan, harmoni, tata kelola pendidikan, serta isu spesifik lain seperti isu wisata halal, dan lainnya. Hal ini diusung sebagai respons terhadap dinamika perubahan global yang terus-menerus terjadi," jelas dia dalam keterangan resminya yang diterima MNC Portal, Senin (25/10/2021).

Sementara Rektor UIN Raden Mas Said Mudhofir menuturkan bahwa AICIS memerhatikan tujuan esensial dan substansif dalam setiap penyelenggaraanya.

Menurut dia, AICIS memberi perhatian utama pada konsistensi kualitas akademik, juga penguatan kolaborasi dosen dan peneliti dengan jaringan intelektual tokoh-tokoh dunia. Peserta dari daerah diberi akses seluas-luasnya untuk memanfaatkan forum ini.

Baca juga: Hari Santri 2021, Menag Apresiasi Kemampuan Pesantren Atasi Dampak Covid-19 

"Peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam, dan lembaga lainya dapat memaksimalkan forum penting ini untuk melakukan penguatan kapasitas dan kompetensi akademiknya, juga bahkan bisa berlanjut untuk melakukan joint research," paparnya.

Nantinya AICIS ke-20 pada Senin 25 Oktober 2021 akan dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini