Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tes PCR Disebut Bisa Rp10 Ribu, Apa Kata Pakar Kesehatan?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 620 2499625 harga-tes-pcr-disebut-bisa-rp10-ribu-apa-kata-pakar-kesehatan-9UH3Bcx8mW.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

BARU-baru ini masyarakat dihebohkan dengan informasi yang menyebutkan bahwa harga tes PCR bisa hanya Rp10 ribu belum termasuk dengan segala perlengkapan kesehatan penunjang tes. Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Jendral Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab), Randy Teguh.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menegaskan bahwa masyarakat harus bisa memahami konteksnya terlebih dahulu.

Sebab dalam penjelasannya harga Rp10 ribu itu merupakan perhitungan-perhitungan alatnya saja, belum termasuk reagen, biaya-biaya jasa, alat pelindung diri (APD) dan lain sebagainya.

Tes PCR

“Harga Rp.10.000 maksudnya itu suatu alat tes PCR Rp5 miliar. Dari alat yang Rp5 miliar kira-kira dengan load pasien atau jumlah target yang di tes berapa banyak dalam waktu sekian tahun kira-kira Bagaimana nih balik modal yang lain sebagainya. Itu semua perhitungan bisnis dan ekonomi yang mana, menurut saya tanya balik lagi beliau, karena dia yang menghitung,” kata dr. Fajri, saat dihubungi MNC Portal, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga : Kemenkes Pastikan Harga Tes PCR Tak Rugikan Masyarakat

Lebih lanjut dr. Fajri mengingatkan kembali masyarakat agar tidak salah paham dengan informasi tersebut. Tentunya banyak masyarakat yang saat ini bingung mengapa harga tes PCR yang dulu jauh lebih mahal ketimbang dengan saat ini.

Baca Juga : Terkait Harga Tes PCR Rp10 Ribu, Ini Tanggapan Kemenkes

Dulu tes PCR sendiri harganya bisa mencapai jutaan. Tapi, kini harga tes PCR bisa ditekan hanya sekira Rp200 – Rp300 ribuan saja.

“Ya dulu PCR dan reagen masih sedikit dan ingat reagen itu seperti cartridge printer atau tintanya. Reagen ini tidak semudah dan semurah itu. Ada beberapa merek yang memang reagennya mahal. Jadi saya memposisikan diri di tengah bahwa banyak orang mengalihkan usahanya ke bidang PCR atau bidang kesehatan karena ini musim pandemi Covid-19 di mana demandnya meningkat,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini