Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Varian Omicron Tidak Mematikan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 620 2510918 benarkah-varian-omicron-tidak-mematikan-lRCc0RFVW7.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

SAAT ini varian Omicron menjadi permasalahan serius yang menyita perhatian dunia. Varian dengan kode B.1.1.529 berpotensi sebabkan lonjakan kasus Covid-19 karena disebut lebih cepat dan mudah menular. 

Associate Professor Natasha Howard dari Saw swee Hock School of Public Health di National University of Singapore menegaskan pula bahwa varian Omicron jauh mudah menular dibandingkan varian Delta yang sempat mendominasi kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Omicron

Meski begitu, Prof Howard mengungkapkan fakta yang sedikit menenangkan yaitu varian Omicron tidak memperlihatkan indikasi dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian.

"Karena mudah menular dan memungkinkan terjadinya peningkatan kasus yang signifikan, kami menilai varian Omicron tidak terindikasi sebabkan penyakit parah atau kematian," terangnya, dikutip MNC Portal dari laman Channel News Asia, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga : Varian Omicron Diduga Berasal dari Pasien HIV

Prof Howard menambahkan, sejauh ini peneliti belum memiliki informasi yang cukup tentang varian Omicron tersebut untuk mengetahui seberapa besar risiko yang ditimbulkan dan apakah perlu tindakan pencegahan ekstra.

Omicron

"Kemunculan varian Omicron ini masih sangat awal dan kami masih perlu belajar lebih banyak setiap harinya tentang varian baru ini. Tapi, kami harus menyikapi varian Omicron dengan hati-hati dan waspada sampai bukti baru menunjukkan apakah diperlukan aturan baru untuk menekan kasus," tambahnya.

Baca Juga : Beredar Isu Varian Omicron Disebut Sudah Ada sejak Juli 2021, Ini Faktanya!

Karena itu, Prof Howard meminta kepada pemerintah Singapura khususnya untuk tidak terlalu buru-buru dalam mengambil kebijakan dalam hal ini menambah aturan pengetatan. Kebijakan penutupan sementara pintu masuk dan membatasi pertemuan sosial di masyarakat dirasa sudah paling efektif.

"Artinya, mulai diberlakukan lagi bekerja dari rumah untuk meminimalkan mobilisasi masyarakat di luar rumah. Pemakaian masker harus diperketat dan memperkuat protokol pencegahan infeksi di pintu masuk," terang Prof Howard.

Langkah lain yang disarankan Prof Howard ialah pemberlakuan tes PCR Covid-19 pada kedatangan luar negeri dan meminta kepada orang yang baru melakukan perjalanan jauh untuk di rumah saja sampai diketahui hasil tes negatif Covid-19.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini