Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kematian Harian Akibat Omicron 145 Orang, Delta Capai 1.800 Orang

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 00:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 620 2547873 kematian-harian-akibat-omicron-145-orang-delta-capai-1-800-orang-IqnGL76Ntz.jpg Kasus kematian di musim Omicron. (Foto: Freepik)

MESKI tak seganas Delta, di musim Omicron tingkat kematian pasien Covid-19 kini mulai bertambah. Penyebabnya disebutkan bahwa dari 1.090 pasien yang meninggal dunia, 68% di antaranya belum divaksinasi lengkap.

Ya, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan, sejauh ini data yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 1.090 pasien meninggal dunia di musim Omicron. Dari 1090 pasien yang meninggal, diketahui 68% di antaranya belum divaksinasi lengkap.

“Dari data 1.090 pasien yang meninggal hingga Minggu 13 Februari 2022, 68% di antaranya belum divaksinasi lengkap, 76% usianya lebih dari 45 tahun, 49% masuk golongan lanjut usia, dan 48% memiliki komorbid," ujarnya sebagaimana dalam laman resmi Kemenkes.

Jika dibandingkan dengan jumlah kasus meninggal di masa dominasi varian Omicron dengan puncak gelombang Delta 2021 lalu, perbandingan kasusnya masih sangat jauh. Data pada Minggu (14/2) kasus meninggal harian mencapai 145 jiwa per hari, jauh dibandingkan puncak Delta yang menyentuh angka 1800 jiwa per hari.

“Untuk menekan korban akibat terinfeksi Covid-19, penguatan pelayanan kesehatan terus dilakukan selain upaya pencegahan melalui percepatan laju vaksinasi, testing dan tracing. Dari sisi kapasitas rumah sakit, per 14 Februari 2022 pukul 18:30 WIB, pasien yang dirawat ada di 32% dari total ketersediaan tempat tidur dan isolasi. Covid-19," jelas dr Nadia

Atas kenaikan angka kasus yang terus meningkat karena ada tracing. Jumlah tes spesimen mencapai 451.040 dan rata-rata tes spesimen 7 minggu terakhir mencapai 410.846. Kesiapan tenaga kesehatan juga terus ditingkatkan.

Kekurangan tenaga kesehatan yang masih dapat diatasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan melalui pengaturan SDM sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan. Menurutnya, pasien tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan agar melakukan isolasi mandiri di rumah, atau di tempat isolasi terpusat yang disediakan pemerintah. Hal ini akan mampu meringankan beban rumah sakit hingga 70%. Dengan begitu pasien sedang hingga kritis bisa ditangani secara terfokus.

“Sejak adanya perbaikan layanan pengantaran obat bagi pasien isoman yang berkonsultasi melalui platform telemedisin, 85% paket obat Kemenkes kini sudah bisa sampai maksimal H+1 sejak pemesanan dilakukan,” kata dr. Nadia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini