Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkes Catat Kematian Jemaah Haji 2022 Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 620 2647234 kemenkes-catat-kematian-jemaah-haji-2022-terendah-dalam-5-tahun-terakhir-CTnD85Cjcp.jpeg Ilustrasi Ibadah Haji. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memang telah membuat aturan khusus agar dapat menurunkan angka kematian jemaah haji tahun ini. Hasilnya, bila dibandingkan dengan 5 tahun terakhir tahun ini cukup redah.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H bahw angka kematian tahun ini jauh lebih turun. Kemenkes mencatat, tahun ini ada 89 jemaah meninggal dunia.

"Untuk tahun ini secara umum angka jamaah yang sakit maupun yang meninggal memang cukup signifikan penurunannya, mudah mudahan target 1 per mil bisa kita capai di tahun ini," kata dr Budi dalam Sehat Negeriku.

Menurut data pada periode di tahun 2019 sebanyak 447 dari 212.730 jemaah haji meninggal dunia (1.94 permil), sementara pada tahun 2018 sebanyak 350 dari 203.350 jemaah haji meninggal dunia (1.70 permil). Tahun 2017 sebanyak 645 dari 221.000 jemaah haji meninggal dunia (2.94 permil), dan pada tahun 2016 sebanyak 342 dari 168.800 jemaah haji meninggal dunia (2.06 permil).

Langkah pertama, dikatakan penguatan digitalisasi pelayanan melalui TeleJemaah dan TelePetugas. Aplikasi TeleJemaah terhubung dengan wristband yang dipakai di pergelangan tangan jemaah, setidaknya sebanyak 3.000 wristband dibagikan kepada jemaah haji paling risti.

Melalui aplikasi vital sign dari jemaah risti, dapat terpantau oleh petugas kesehatan dari detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, dan lainnya. "TeleJemaah mempermudah petugas kesehatan dalam memantau kondisi kesehatan jemaah haji berisiko tinggi (risti)” jelas dr. Budi.

Sementara TelePetugas berfokus sebagai kontrol kesehatan jemaah dari semua aspek. Aspek dimaksud meliputi rawat jalan, rujukan, karantina, pengawasan makanan, hingga informasi mengenai promosi kesehatan. TelePetugas juga menjalankan fungsi monitoring vital sign jemaah, dari aplikasi tele jemaah melalui mekanisme pelaporan smart watch atau wristband.

Bukan hanya itu, Kemenkes juga memanfaatkan teknologi tekno cool untuk mengantisipasi kasus heat stroke (serangan panas) pada fase armuzna. dr. Budi menilai langkah ini efektif dalam meminimalisir kasus kematian akibat heat stroke

“Alhamdulillah angka kematian akibat heat stroke di Armuzna tidak ada, meski kasusnya banyak” ujar dr.

Sebagai informasi, untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, KKHI diperkuat dengan 48 dokter spesialis dari 13 keilmuan, mulai dari Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Paru, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Spesialis Saraf, Spesialis Bedah Umum.

Selain itu, ada juga Spesialis Orthopedi, Spesialis Kesehatan Jiwa, Spesialis Rehab Medik, Spesialis Anestesi, Spesialis Emergensi Medis, Spesialis Kedokteran Penerbangan, Spesialis Mikrobiologi Klinik, dan Spesialis Kulit Kelamin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini