Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KSAL Jamin Kedaulatan RI dan Penegakan Hukum di 10 Wilayah Laut Perbatasan

Riana Rizkia, Jurnalis · Jum'at 16 September 2022 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 620 2668702 ksal-jamin-kedaulatan-ri-dan-penegakan-hukum-di-10-wilayah-laut-perbatasan-fpIFa5RjF2.jpg KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. (Foto: MPI)

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono tetap mengutamakan pengamanan dengan menggelar operasi penegakan kedaulatan dan penegakan hukum di sepuluh wilayah perbatasan perairan Indonesia.

Wilayah perbatasan laut saat ini menjadi titik paling rawan untuk melaksanakan kegiatan ilegal seperti penangkapan ikan ilegal atau ilegal fishing di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), juga banyak dimanfaatkan untuk penyelundupan barang-barang terlarang seperti narkoba, minuman keras dan barang-barang lain yang berpotensi merugikan negara.

“Selain pelanggaran wilayah, dimasa damai seperti ini kegiatan-kegiatan ilegal banyak terjadi di wilayah perbatasan laut kita," kata Yudo saat pembukaan acara kejuaraan memancing tingkat dunia Likupang North Sulawesi International Fishing Competition (LNSIFC) 2022, Menado, Sulawasi Utara, Rabu (15/9/2022).

Guna menjaga wilayah perairan Indonesia, Yudo mengatakan, TNI AL rutin melaksanakan patroli di perbatasanyang dilakukan oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan juga menggunakan pesawat udara Patroli Maritim (Patmar).

Adapun sepuluh negara yang memiliki wilayah laut berbatasan langsung dengan negara Indonesia adalah India, Thailand, Malaysia, Singapura, Tiongkok, Filipina, Palau, Papua New Guinea, Timor Leste dan Australia.

Saat ini, kata Yudo, TNI AL juga terus melakukan pendekatan dengan negara-negara sahabat yaitu melalui jalur Naval Diplomacy seperti melakukan kunjungan antar Pimpinan Angkatan Laut negara sahabat, mengadakan kegiatan muhibah dengan menggunakan KRI ke beberapa negara, dan melakukan latihan bersama dengan Angkatan Laut negara sahabat.

Tidak hanya itu, Yudo menyebut bahwa peningkatkan sarana dan prasarana juga terus dilakukan guna menunjang pengamanan di wilayah perbatasan. Salah satunya dengan menambah kapal-kapal patroli, dan alutsista di setiap Koarmada secara bertahap serta peningkatan kemampuan alutsista.

Yudo juga meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedaulatan wilayah Indonesia dengan aktif melaporkan kepada TNI AL apabila terjadi pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal asing, dan melaporkan jika terjadi tindakan ilegal lainnya.

Kedaulatan suatu wilayah perairan Indonesia, kata Yudo, tidak hanya dilakukan oleh KRI tetapi juga oleh kapal-kapal nelayan Indonesia.

“Tegaknya kedaulatan adalah dengan berkibarnya merah putih di wilayah itu, tidak hanya dikibarkan oleh KRI tetapi juga dengan kapal-kapal nelayan dan masyarakat kita,” ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini