Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 4 Syarat Madrasah dan Pesantren Boleh Belajar Tatap Muka di Tengah Corona

Sabtu 08 Agustus 2020 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 620 2258982 ini-4-syarat-madrasah-dan-pesantren-boleh-belajar-tatap-muka-di-tengah-corona-ESFmtTrNV3.jpg ilustrasi siswa madrasah (Kemenag)

JAKARTA - Pemerintah mengizinkan lagi madrasah dan pesantren menggelar pembelajaran secara tatap muka dalam kondisi masih pandemi Covid-19, tapi harus memenuhi empat syarat sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

“Madrasah boleh memilih (pembelajaran tatap muka), dengan pertimbangan masing-masing. Namun tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan, agar semuanya tetap aman,” kata Menteri Agama Fachrul Razi seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Sabtu (8/8/2020).

Saat berbicara dalam dalam webinar ‘Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19’ disiarkan kanal Youtube Kemendikbud RI, Jumat kemarin, Menag menyampaikan hal ini diputuskan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuatnya bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Mengajarkan Tauhid pada Anak Sejak Dini

Menag menyampaikan ada empat syarat madrasah atau pesantren boleh melakukan pembelajaran tatap muka, sebagai berikut:

Pertama, lingkungan madrasah atau pesantren aman Covid-19.

Kedua, guru, ustadz, atau pengajar lainnya aman Covid-19.

Ketiga, murid atau santrinya aman Covid-19.

Keempat, pemberlakuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus ketat.

Menag juga menuturkan, saat ini hampir seluruh pesantren di Indonesia telah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Dengan melakukan empat hal di atas, Menag menyampaikan bahwa kondisi pesantren hingga saat ini aman dari penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah sejauh ini boleh dikatakan yang kita tahu, hanya ada tiga pesantren (ada kasus Covid-19). Jadi kalau dihitung presentasenya hanya 0,0000 sekian persen,” imbuh Menag.

Menag menyampaikan, pembukaan madrasah tentunya memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan pesantren. “Kalau pesantren, ustadz dan santrinya masuk, sudah tidak keluar lagi. Masuknya sehat, di dalam suasana sehat, kemudian enggak boleh keluar lagi, protokol kesehatan diterapkan, Alhamdulillah semua sehat,” kata Menag.

“Sementara kalau di madrasah kan siswanya datang, kemudian kembali lagi ke rumah. Kita tidak tahu dia mampir ke mana dulu,” lanjutnya.

Baca juga: Temukan Keindahan dan Ketenangan dalam Kajian Islam, Putra Yakin Jadi Mualaf

Untuk itu Menag mengajak masyarakat khususnya orang tua siswa untuk ikut memantau pergerakan siswa bilamana madrasah mulai melakukan pembelajaran tatap muka. “Ingatkan anaknya agar langsung pulang ke rumah,” pesan Menag.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini