Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Operasi Bentall, Tindakan Medis Tersulit pada Pasien Gangguan Aorta

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 620 2309084 mengenal-operasi-bentall-tindakan-medis-tersulit-pada-pasien-gangguan-aorta-TGi3pWN4Xx.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Penyakit aorta merupakan penyakit komplikasi dari hipertensi yang cukup dikhawatirkan karena bisa menyebabkan kematian. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penyakit aorta ini menyebabkan 9.923 kematian pada 2018 dan sekitar 58 persen kematian terjadi pada pria.

Aorta sendiri merupakan bagian terbesar dari pembuluh darah arteri yang memanjang dari jantung hingga perut bawah. Aorta yang bermasalah adalah ketika jaringannya robek atau membengkak yang akhirnya menekan ke pembuluh darah lain.

Ketika aorta ini sudah bengkak dan pecah, maka pasien akan meninggal dunia. Karena itu, pencegahan pada pasien hipertensi yang merupakan kelompok pasien terbanyak penderita aorta adalah dengan mengontrol tekanan darah.

Nah, bicara soal penyembuhan aorta, Ahli Bedah Thoraks dan Kardiovaskular Heartology Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo dr Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV (K), salah satu yang akan direkomendasikan dokter adalah operasi Bentall. Tindakan ini dilakukan pada jenis aorta yang robek pada pangkal yang menempel ke serambi jantung atau yang disebut dengan aorta asendens.

"Ada dua jenis aorta robek, tipe A dan tipe B. Untuk yang paling berbahaya dan mematikan adalah tipe A, sebab, bagian aorta yang robek ada pada pangkalnya yang menempel ke serambi jantung atau yang disebut dengan aorta asendens. Penanganannya juga harus melalui operasi. Beda dengan tipe B, yang umumnya bisa diatasi dengan obat atau dengan intervensi endovaskular,' tutur dr Dicky dalam Webinar, Kamis 12 November 2020.

Kesehatan jantung

Perlu diketahui, di bagian tengah, aorta asendens memiliki tiga cabang arteri. Bagian yang bercabang itu dikenal dengan nama aorta arch. Pada kasus diseksi aorta, dua jenis aorta itulah yang robek parah sehingga perlu diganti dengan graft dari bahan dakron. Operasi penggantian aorta arch itu disebut dengan operasi Hemiarch Aorta Replacement

"Mengganti aorta asendens arch tak semudah mengganti katup atau pembuluh darah koroner. Sebab, untuk menggantinya, kondisi pembuluh darah tersebut harus benar-benar 'bersih' dari darah," ucapnya.

Dengan demikian, ahli bedah bisa melihat dengan jelas seberapa panjang yang perlu diganti. Selain itu juga supaya proses penyambungan dan pemotongannya bisa sempurna. Dengan begitu, setelah graft disambungkan, darah bisa kembali mengalir dengan sempurna.

Namun, ada masalah di sini. Ya, bagaimana kemudian 'mengeringkan' bagian tersebut lantaran fungsinya sebagai pengantar darah bersih. Apakah tidak cukup dengan mengelap hingga kering bagian yang akan dipotong dan disambungi?

Baca Juga : Drama Air Mata Yuri Kubur Mimpi Jadi The Next MasterChef Indonesia

Dokter Dicky menjabarkan, mulanya sebelum dipotong, fungsi jantung dan paru-paru digantikan mesin heart lung (pengganti fungsi jantung dan paru-paru). Bersamaan dengan itu, suhu badan pasien juga mulai diturunkan secara perlahan hingga mencapai titik yang nyaris terendah bagi seorang manusia, yakni 24-26 derajat celsius atau separo temperatur tubuh manusia normal.

"Penurunan suhu badan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi aktivitas otak. Dengan aktivitas yang rendah, otak tak membutuhkan banyak darah," terangnya.

Setelah suhu mencapai derajat yang dibutuhkan, darah pun mulai 'dikuras' dari tubuh. Artinya, aliran darah ke liver, ginjal, paru, apalagi jantung, usus, dan otot dihentikan.

Tetapi, aliran darah ke otak tidak boleh ikut berhenti. Otak harus tetap dialiri darah. Kalau sampai terhenti, pasien meninggal atau koma. Tetapi, karena aktivitasnya sudah diturunkan, kebutuhan darah di otak tidak banyak lagi.

Detik-detik selama tubuh tidak dialiri darah itu merupakan bagian yang paling menegangkan dan berisiko dalam operasi Bentall. Sebab, penghentian aliran darah ini tidak boleh lebih dari 40 menit. Kalau bisa lebih cepat dari itu sangat baik.

Dalam rentang tersebut, dokter bedah akan menjahit aorta asendens yang koyak, memotong aorta arch, dan menggantinya dengan graft. Sulitnya lagi, yang harus disambungkan dengan pembuluh sintetis yang terbuat dari bahan dakron atau semacam polyester ini tidak hanya di satu bagian. Sebab, pembuluh aorta yang ini memiliki tiga cabang. Tiap-tiap cabang itu harus disambungkan juga.

"Sebesar-besar aorta asendens, tetap saja yang namanya pembuluh darah adalah sesuatu yang kecil, sehingga penyambungannya membutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan sekecil apa pun bisa mematikan pasien karena nanti darah tidak bisa melewati pembuluh yang baru dijahit itu," terang dr Dicky.

Di samping dokter bedah dan dokter anestesi, sambungnya, terdapat perfusionis yang bertugas menjaga stabilitas aliran darah ke otak, stabilitas cairan dan organ-organ tubuh secara keseluruhan selama aliran darahnya dihentikan secara total. Selain itu, mereka harus menjaga agar suhu badan tetap di derajat yang dibutuhkan, yakni 24-26 derajat celsius.

Setelah semua proses pembenahan bagian-bagian yang robek selesai, tim harus menghangatkan kembali suhu badan pasien. "Dan itu harus dilakukan secara perlahan serta sangat hati-hati, agar aman bagi pasien," ujar dr Dicky.

Kesehatan jantung

Aliran darah harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Sebagian darah yang digunakan dalam operasi itu adalah darah pasien sendiri, dengan menggunakan cell saver. Alat ini untuk menampung pendarahan yang terjadi selama operasi, kemudian darah itu diolah dan dimasukkan kembali ke tubuh pasien. "Itulah sebabnya, seluruh proses operasi tersebut memakan waktu hingga delapan jam," ungkap dr Dicky.

Pada tahapan Pasca-operasi, tim dokter masih harus memperhatikan pasien dengan sangat cermat. Sebab, risiko pendarahan atau stroke, atau hal-hal lain akibat proses pembekuan tadi bisa muncul setelah operasi. "Resiko kegagalan dalam operasi Bentall yang didahului penggantian hemiarch sekitar 70 persen," tambahnya.

"Operasi Bentall, seperti operasi aorta lainnya, termasuk salah satu operasi tersulit di dunia, sehingga memerlukan banyak persiapan. Keahlian tim dokter, tim pendukung, dan ketersediaan teknologi merupakan kunci keberhasilan operasi Bentall dan penggantian hemiarch," papar dr Dicky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini