Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Operasi Bentall, Tindakan Medis Tersulit pada Pasien Gangguan Aorta

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 620 2309084 mengenal-operasi-bentall-tindakan-medis-tersulit-pada-pasien-gangguan-aorta-TGi3pWN4Xx.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Dalam rentang tersebut, dokter bedah akan menjahit aorta asendens yang koyak, memotong aorta arch, dan menggantinya dengan graft. Sulitnya lagi, yang harus disambungkan dengan pembuluh sintetis yang terbuat dari bahan dakron atau semacam polyester ini tidak hanya di satu bagian. Sebab, pembuluh aorta yang ini memiliki tiga cabang. Tiap-tiap cabang itu harus disambungkan juga.

"Sebesar-besar aorta asendens, tetap saja yang namanya pembuluh darah adalah sesuatu yang kecil, sehingga penyambungannya membutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan sekecil apa pun bisa mematikan pasien karena nanti darah tidak bisa melewati pembuluh yang baru dijahit itu," terang dr Dicky.

Di samping dokter bedah dan dokter anestesi, sambungnya, terdapat perfusionis yang bertugas menjaga stabilitas aliran darah ke otak, stabilitas cairan dan organ-organ tubuh secara keseluruhan selama aliran darahnya dihentikan secara total. Selain itu, mereka harus menjaga agar suhu badan tetap di derajat yang dibutuhkan, yakni 24-26 derajat celsius.

Setelah semua proses pembenahan bagian-bagian yang robek selesai, tim harus menghangatkan kembali suhu badan pasien. "Dan itu harus dilakukan secara perlahan serta sangat hati-hati, agar aman bagi pasien," ujar dr Dicky.

Kesehatan jantung

Aliran darah harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Sebagian darah yang digunakan dalam operasi itu adalah darah pasien sendiri, dengan menggunakan cell saver. Alat ini untuk menampung pendarahan yang terjadi selama operasi, kemudian darah itu diolah dan dimasukkan kembali ke tubuh pasien. "Itulah sebabnya, seluruh proses operasi tersebut memakan waktu hingga delapan jam," ungkap dr Dicky.

Pada tahapan Pasca-operasi, tim dokter masih harus memperhatikan pasien dengan sangat cermat. Sebab, risiko pendarahan atau stroke, atau hal-hal lain akibat proses pembekuan tadi bisa muncul setelah operasi. "Resiko kegagalan dalam operasi Bentall yang didahului penggantian hemiarch sekitar 70 persen," tambahnya.

"Operasi Bentall, seperti operasi aorta lainnya, termasuk salah satu operasi tersulit di dunia, sehingga memerlukan banyak persiapan. Keahlian tim dokter, tim pendukung, dan ketersediaan teknologi merupakan kunci keberhasilan operasi Bentall dan penggantian hemiarch," papar dr Dicky.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini