Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Kelangkaan, BUMN Keroyokan Sediakan Oksigen

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 620 2436503 atasi-kelangkaan-bumn-keroyokan-sediakan-oksigen-9Gy0xrCwAa.png Tabung Gas Oksigen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menugasi beberapa BUMN untuk menyediakan oksigen untuk medis dan obat-obatan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Selain memastikan distribusi dan harga obat yang memadai lewat BUMN sektor farmasi, BUMN juga ikut memastikan ketersediaan tabung oksigen untuk sejumlah rumah sakit.

Salah satu BUMN yang ditugasi adalah PT Pertamina (Persero) mengambil langkah untuk membantu Pemerintah dalam penanganan Covid-19 melalui penyaluran kebutuhan Oksigen pasien Covid-19, termasuk menyediakan infrastruktur, sarana dan fasilitas (Sarfas) pendukung, salah satunya melalui fasilitas ISO Tank atau tangki oksigen yang dioperasikan oleh Pertamina Group.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan hal ini membuktikan bahwa BUMN sangat peduli dan juga sangat membantu pemerintah dan masyarakat di tengah kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, beberapa waktu belakangan ini kios atau penjual oksigen (refil) mengalami kehabisan stok oksigennya di seluruh wilayah Jabodetabek dan Pulau Jawa.

"Untuk itu, saat ini dibutuhkan gerak cepat dan dukungan dari semua pihak. Sehingga kekurangan (oksigen) ini bisa teratasi, karena begitu pentingnya oksigen bagi rumah sakit maupun pasien-pasien yang menjalani isoman, agar mereka bisa mampu dan bertahan dalam menghadapi cobaan ini," katanya di Jakarta, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Dirut Pertamina Turun Tangan Atasi Kelangkaan Gas Oksigen 

"Apa yang dilakukan oleh Pertamina dan juga anak perusahaan Subholding Gas adalah langkah bagus, dan saya kira ini harus diikuti oleh BUMN-BUMN lain dalam rangka mendukung upaya pemerintah melawan Covid-19 saat," sambung Mamit.

Dia mengatakan, tanpa dukungan dari semua pihak kondisi Pandemi Covid-19 ini akan sulit untuk diatasi, akan tetapi dengan kerjasama dan juga dukungan Pandemi Covid-19 semoga bisa diatasi kendala-kendalanya yang ada selama ini, dan kekurangan-kekurangan yang ada selama ini.

"Ini menunjukkan bahwa pentingnya peran BUMN dalam menyokong program-program pemerintah. Saya kira satu hal yang wajar juga jika pemerintah pun mendukung semua program-program BUMN, karena ketika BUMN untung negara juga yang akan diuntungkan, dan masyarakat akan dapat manfaatnya," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, BUMN strategis seperti Pertamina Group termasuk di dalamnya adalah PGN, Krakatau Steel dan Pupuk Indonesia Group yang di dalamnya ada Petrokimia dan juga PUSRI. Tak kalah penting, Pelindo ikut aktif dalam infratruktur logistiknya.

Pertamina Group selain mengalokasikan infratrukturnya untuk memperlancar alokasi dan distribusi oksigen ke lokasi-lokasi yang membutuhkan melalui PGN juga memberikan bantuan dan oksigen, Pupuk Indonesia Group sudah mengirimkan total 96.73 ton oksigen ke Rumah Sakit yang ada di Jakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu, Krakatau Steel yang memiliki alokasi oksigen yang cukup besar yang selama ini digunakan sebagai bagian proses produksi baja. Kini kapasitas oksigen milik Krakatau Steel pun segera dialihkan untuk membantu ketersediaan oksigen di rumah sakit.

"BUMN bergerak cepat di segala lini. Ini terutama untuk membantu ketersediaan oksigen. Beberapa perusahaan BUMN suda menyalurkan oksigen ke sejumlah wilayah yang membutuhkan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Erick, dengan fasilitas yang dimiliki mulai dari rola material hingga jaringan distribusi, dia menegaskan bahwa fokus BUMN adalah untuk membantu penanganan pandemi. Dia optimistis langkah cepat yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN akan cepat dalam merespons kebutuhan di lapangan.

"Saat ini fokus adalah menjamin ketersediaan oksigen yang memadai bagi seluruh rumah sakit dan tempat perawatan. Distribusi secara masif terus dilakukan dan in sya Allah ini akan menjamin ketahanan persediaan oksigen di rumah sakit," ujar Erick.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini