Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Covid-19, Penyakit Hepatitis Intai Tenaga Kesehatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 620 2447701 selain-covid-19-penyakit-hepatitis-intai-tenaga-kesehatan-eGIIwRiE7v.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

TENAGA Kesehatan (Nakes) menjadi salah satu profesi yang rentan sekali terinfeksi penyakit. Selain Covid-19 yang sedang melanda Tanah Air, para Nakes juga berisiko terinfeksi virus hepatitis kala bertugas merawat pasien. Sebagaimana diketahui hepatitis menjadi salah satu penyakit menular yang tidak kalah berbahayanya dibandingkan Covid-19.

Sebagaimana diketahui saat ini ada empat jenis virus hepatitis. Dari keempat jenis itu, hepatitis B dan C lah yang dianggap paling berbahaya karena bisa berakhir kronis yang menimbulkan sirosis hati dan hepatoma. Hepatitis A dan E ditularkan secara fekal dan oral. Sementara hepatitis B, C, dan D ditularkan secara parenteral (sentuhan, cairan, dan jarum suntik bekas).

Di Indonesia, sebanyak 2,5 juta penduduk terinfeksi hepatitis C. Sementara 18 juta penduduk terinfeksi hepatitis B, dan 50% berisiko menjadi kronis. Tercatat sebanyak 900 ribu menjadi sirosis dan kanker hati. Hingga saat ini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan hepatitis B, dan salah satu cara mencegahnya adalah dengan vaksinasi.

hepatitis

Baca Juga : Hari Hepatitis Sedunia 2021, Kenali Dua Hepatitis Paling Berbahaya B dan C

Sementara hepatitis C memiliki kebalikan dari hepatitis B. Saat ini belum ada vaksin yang terbukti ampuh melindungi orang dari hepatitis C, namun penyakit ini bisa diobati dengan pengobatan DAA (Direct Acting Antiviral) yang memiliki tingkat keberhasilan hingga 95%. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI, dr. Irsan mengatakan penularan hepatitis B paling banyak terjadi pada Nakes.

“Sebab kejadian hepatitis B pada Nakes ini 10 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan populasi umum (Non Nakes). Mereka bisa tertular hepatitis B, C, mauopun hepatitis lainnya. Studi yang pernah dilakukan di RSCM mengamati pada 2014-2017 terdapat kejadian tusukan atau cedera sebanyak 13,3 per 1.000 Nakes/ tahun,” kata dr. Irsan dalam temu media ‘Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2021’, Rabu (28/07/2021).

Dari data yang berhasil dihimpun studi tersebut, Nakes yang paling sering tertular akibat tertusuk jarum suntik bekas pakai. Adapun besaran Nakes yang paling rentan terinfeksi adalah Bidan (18,9%), Perawat (15,2%), Mahasiswa kedokteran (12,6%) dan Dokter (11,8%). Ia pun menjelaskan mengapa persebaran risiko pada nakes tersebut tidak merata.

“Kenapa dokter lebih sedikit tertusuk? Karena dokter memberikan instruksi dan lebih jarang memasang infus atau menyuntik langsung. Kok mahasiswa kedokteran lebih banyak ketimbang dokter? Karena mereka diminta berlatih sebanyak mungkin sehingga kemungkinan mereka tertusuk juga menjadi lebih tinggi,” lanjutnya.

Dari data tersebut juga berisi rincian kapan seorang Nakes sangat berisiko untuk mengalami cedera tertusuk jarum suntik bekas pakai kala bertugas. Kejadian cedera banyak terjadi saat tidak menggunakan alat yakni sebesar 45,8% dan sebelum pembuangan alat 40,25%. 31,3% kejadian terjadi dalam tindakan pembedahan dan 25,9% kejadian terjadi saat prosedur pengambilan darah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini