Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beroperasi Bukan Berarti Industri Penerbangan Bisa Tutupi Kerugian

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 620 2243722 beroperasi-bukan-berarti-industri-penerbangan-bisa-tutupi-kerugian-QrLhs3FeCZ.jpg Industri Penerbangan Diprediksi Kembali Pulih pada 2-3 Tahun ke Depan. (Foto: Okezone.com/AP2)

JAKARTA - Industri penerbangan dalam negeri diprediksi tidak akan langsung pulih. Meskipun pemerintah sudah memberikan relaksasi kepada maskapai untuk meningkatkan kapasitas penumpangnya.

Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin menilai, bisnis penerbangan tidak akan langsung normal, karena diprediksi baru bisa rebound pada dua hingga tiga tahun mendatang.

"Selama masih pandemi belum kembali ke normal. Yang kemungkinan recovery-nya bukan hanya bulanan tapi tahunan ada yang meramal dua tahun , ada yang tiga tahun," ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (9/7/2020). 

Baca Juga: Maskapai Tak Tahan Virus Corona, PHK Jadi Jalan Keluar Selamatkan Bisnis

Meskipun saat ini maskapai penerbangan sudah diizinkan kembali beroperasi, bukan berarti kerugian bisa langsung bisa tertutupi. Mengingat, masyarakat juga belum mau untuk berpergian menggunakan pesawat jika tak ada keperluan mendesak.

Masyarakat lebih memilih untuk menghindari keramaian karena masih adanya pandemi. Walau protokol kesehatan sudah dijalankan dengan ketat dalam pelaksanaan di lapangannya.

"Pertama takut ketularan baik itu saat antre di bandara, maupun darat dan juga di dalam pesawat. Jangan-jangan orang di samping saya membawa Covid-19," kata Ziva.

Oleh karena itu, pun dituntut untuk lebih inovatif agar bisa tetap hidup sambil menunggu dunia penerbangan kembali normal. Misalnya melakukan efesiensi pada operasionalnya.

Baca Juga: Pilot Kontrak Kena PHK, Bos Garuda: Gaji Tetap Dibayar

"Karena jumlahnya rendah. Size airline juga mengecil. Kalau size airline mengecil jumlah tenaga kerjanya juga akan makin sedikit juga dari sebelumnya," kata Ziva.

Sebelumnya, Pada tahap awal recovery pada bulan ini , Angkasa Pura II menargetkan slot time di 19 bandara dapat digunakan 30%. Misalnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam satu hari terdapat 1.100 slot time penerbangan, maka ditargetkan dalam satu hari dapat digunakan sebanyak 330 slot time.

“Slot time ditargetkan meningkat bertahap. Pada Juli ini, kami targetkan rata-rata 30% dari sebelumnya di tengah pandemi ini berkisar 10%-20%. Kemudian pada tahap berikutnya target akan ditingkatkan,” ujar Awaluddin.

Optimalisasi slot time dapat dilakukan melalui pengaktifan kembali rute-rute yang masih ditutup, dan PT Angkasa Pura II bersama maskapai tengah berkoordinasi intensif terkait hal ini. Pengaktifan kembali rute-rute yang diikuti dengan meningkatnya permintaan akan dapat meningkatkan utilitasi pesawat.

Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) Denon B. Prawiraatmadja mengatakan, optimalisasi utilitas pesawat penting dilakukan maskapai, dan diharapkan hal tersebut dapat dilakukan ketika sektor penerbangan sudah memasuki fase recovery.

“Stakeholder di sektor penerbangan nasional antara lain regulator, maskapai, KKP Kemenkes dan operator bandara harus memperkuat koordinasi dan kerja sama agar penerbangan nasional dapat melakukan recovery. Sektor penerbangan memilki peran sangat penting dalam mendukung aktivitas perekonomian di Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” tuturnya.

“Inaca mematuhi setiap prosedur di tengah pandemi Covid-19, dan sangat mengapresiasi berbagai upaya atau pemanfaatan teknologi yang bisa digunakan agar prosedur dapat dijalankan dengan sederhana,” ujar Denon B. Prawiraatmadja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini