Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menparekraf Tinjau Kesiapan Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 620 2282832 menparekraf-tinjau-kesiapan-hotel-untuk-isolasi-pasien-covid-19-tanpa-gejala-xebJjw4L4T.JPG Menparekraf RI, Wishnutama (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala (gejala ringan) dalam program reaktivasi industri perhotelan yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

Didampingi Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya dan Kasubdit Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Benget Saragih, Menparekraf Wishnutama Kusubandio meninjau Hotel Ibis Styles Mangga Dua, Jakarta, salah satu hotel yang direkomendasikan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan telah dicek kesiapannya oleh Kementerian Kesehatan.

Wishnutama melihat langsung alur kedatangan pasien saat tiba di ruangan triase untuk dilakukan wawancara oleh dokter dan perawat dari Kemenkes sampai masuk ke dalam kamar untuk menjalankan isolasi. Begitu juga dengan tata cara pasien mendapatkan layanan seperti makanan, minuman serta layanan kesehatan yang disiapkan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Wisata Kepulauan Seribu Tutup Selama PSBB

Tidak hanya bagi pasien, Menparekraf Wishnutama juga memastikan kesiapan para pekerja hotel agar benar-benar bisa menjalankan tugasnya melayani namun tetap aman Covid-19.

"Saya benar-benar menekankan bahwa protokol kesehatan harus dijalankan agar tujuan dan harapan kita bersama bahwa penyebaran Covid-19 dapat ditekan atau bahkan menjadi klaster baru sehingga kita bisa memasuki era adaptasi kebiasaan baru lebih baik lagi," kata Wishnutama, Rabu, 23 September 2020.

Menparekraf Tinjau Hotel Isolasi Covid-19

(Foto: Dok. Kemenparekraf)

Sebelumnya Kemenparekraf bersama Kemenkes menyusun Standard Operating Procedure (Flowchart) mengenai mekanisme pelaksanaan terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 namun tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

Dia pun mengapresiasi pihak hotel yang telah siap menjalankan prosedur yang disyaratkan Kementerian Kesehatan, seraya berharap hal sama juga dijalankan hotel lainnya yang berpartisipasi dalam program ini.

"Secara umum pelaksanaan persiapannya sudah baik dan siap untuk menjalankan program ini. Kita lihat juga kualitas makanan, kualitas kamar juga bagus. Diharapkan dengan kondisi servis yang baik ini, orang yang sedang sakit secara psikologis akan lebih cepat sembuh karena imunitas akan naik," kata Wishnutama.

Wishnutama menjelaskan, program ini akan mulai dijalankan lebih dulu di Jakarta dan daerah lainnya sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan.

"Kementerian Kesehatan yang akan mengarahkan akan dikembangkan ke mana, Kemenparekraf mensupport secara anggaran. Sementara ini anggaran yang disiapkan sebesar Rp100 milyar hingga bulan Desember," jelasnya.

Dengan dukungan tambahan hotel sebagai akomodasi isolasi mandiri ini, kedepannya pasien konfirmasi tanpa gejala dan dengan gejala ringan diharapkan tidak melakukan isolasi mandiri di rumah, sehingga tidak berpotensi menularkan kepada keluarga maupun orang sekitar.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah terus menambah tempat isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan dalam rangka pengendalian Covid-19,” kata Wishnutama.

Sementara itu, Kasubdit Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr. Benget Saragih menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan memberikan pelatihan khusus bagi karyawan hotel terkait protokol kesehatan. Mulai dari bagaimana memasang dan melepas alat pelindung diri (APD) dan lainnya.

"Khususnya bagi mereka yang membagi makanan dan mengantar pasien ke kamar. Kementerian Kesehatan akan menyiapkan tenaga kesehatan untuk tinggal di hotel untuk melakukan pengawasan," kata dr Benget.

Ia pun menilai pihak hotel telah memenuhi syarat untuk menjadi tempat isolasi.

"Kementerian Kesehatan sampai saat ini sudah melakukan kunjungan ke 23 hotel yang siap untuk menjadi lokasi isolasi dan akan terus dilakukan proses verifikasi ke hotel lainnya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini