Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WHO Jelaskan Cara Kerja Vaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 09 November 2020 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 620 2306483 who-jelaskan-cara-kerja-vaksin-covid-19-xo12SdK771.jpg (Foto: Shutterstock)

Kuman ada di sekitar kita, baik di lingkungan maupun di tubuh. Ketika seseorang rentan dan tubuhnya terkontaminasi kuman, maka penyakit tertentu akan muncul. Efek buruknya adalah kematian.

Secara alami, tubuh memiliki perisai menangkal kuman penyebab penyakit, misalnya saja kulit, lendir, dan silia (rambut mikroskopis yang memindahkan kotoran dari paru-paru). Tapi, ketika patogen itu berhasil menginfeksi, maka yang bekerja kemudian adalah sistem kekebalan.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat kekebalan tubuh tidak bisa melawan patogen penyakit, misalnya saja virus yang sebelumnya belum dikenali. Pada kasus Covid-19 misalnya, karena ini penyakit baru, maka kekebalan tubuh tidak mengenali virus SARS-CoV2 penyebab penyakit tersebut dan itu kenapa kasusnya masih terus bertambah sampai sekarang.

Karena itu, pemanfaatan vaksin menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan pandemi ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa vaksin itu mengandung bagian yang lemah atau tidak aktif dari organisme tertentu yang memicu respons kekebalan di dalam tubuh.

Meski vaksin mengandung organisme penyebab penyakit (dilemahkan), vaksin tidak akan menyebabkan penyakit pada orang yang disuntikan. Malah, vaksin akan mendorong sistem kekebalan untuk merespons tubuh untuk mengenali organisme tersebut sehingga penyakit yang dibawa organisme itu bisa dihalau untuk terjadi.

Lebih lanjut, beberapa vaksin memerlukan banyak dosis, dengan intensitas pemberian dalam beberapa minggu atau bulan. Ini terkadang diperlukan agar memungkinkan produksi antibodi berumur panjang dan pengembangan sel memori berjalan baik.

Dengan begitu, tubuh dilatih untuk melawan organisme penyebab penyakit tertentu, membangun memori patogen, sehingga dapat dengan cepat melawannya.

 Meski vaksin mengandung organisme penyebab penyakit (dilemahkan), vaksin tidak akan menyebabkan penyakit pada orang yang disuntikan.

Baca juga: Atasi Kacamata Berembun saat Pakai Masker, Lakukan 4 Hal Ini

Dalam proses vaksinasi, kita akan mengenal yang namanya 'herd immunity'. Jadi, ketika seseorang divaksinasi, mereka sangat mungkin untuk terlindungi dari penyakit yang ditargetkan. Tapi, tidak semua orang bisa divaksinasi.

Ya, pada penderita HIV misalnya, kebanyakan dari mereka memiliki karakteristik tubuh yang mungkin tidak bisa menerima vaksin. Tapi, kelompok tersebut masih bisa terlindungi dari paparan organisme penyebab penyakit dengan proses herd immunity.

Jadi, ketika banyak orang dalam suatu komunitas divaksinasi, patogen sulit untuk beredar karena kebanyakan orang yang ditemuinya kebal. Jadi, semakin banyak orang yang divaksin, semakin kecil kemungkinan orang yang tidak divaksin untuk terpapar penyakit, karena mereka mendapat perlindungan dari orang lain yang divaksinasi.

Herd immunity juga diperlukan bukan hanya untuk kelompok yang kekebalan tubuhnya lemah, tetapi juga untuk kelompok orang rentan penyakit.

Menjadi catatan di sini, tidak ada satu vaksin pun yang memberikan perlindungan 100 persen dan herd immunity pun tidak memberikan perlindungan penuh pada mereka yang tidak bisa divaksin.

Meski begitu, dengan vaksinasi, setidaknya ada upaya untuk melidungi diri Anda bahkan orang lain. "Jika Anda bisa divaksin, maka jangan ragu untuk divaksin," tegas WHO di laporan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini