Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Cara Ketahui Diagnosis Nokturia, Kondisi yang Bikin Seseorang Sering Pipis Malam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 620 2331932 4-cara-ketahui-diagnosis-nokturia-kondisi-yang-bikin-seseorang-sering-pipis-malam-jLf5ydsdcR.jpg Diagnosis nokturia (Foto : Medicaldaily)

Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil atau pipis merupakan ciri-ciri nokturia. Sayangnya penyakit ini masih jarang diketahui oleh masyarakat, begitupun dengan ciri-ciri nokturia. Meski angka kejadian nokturia di Indonesia mencapai 61%, namun masih banyak orang yang menganggap gejala nokturia ini sebagai hal yang wajar dilakukan.

Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU), Staf Medis Departemen Urologi FKUI-RSCM, dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD, mengatakan seseorang bisa disebut nokturia apabila saat sudah terbangun untuk berkemih pertama kali, tiap proses berkemih harus diikuti oleh tidur atau keinginan untuk tidur.

Selain ciri tersebut, tentunya ada cara lain untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami nokturia. Dalam Virtual Press Conference : ‘Jangan Diamkan Nokturia dan Nokturnal Enuresis’, Jumat (18/12/2020), dr. Harrina membagikan beberapa cara mendiagnosis nokturia. Setidaknya ada 3 cara yang bisa dilakukan seseorang untuk memastikan kondisi tubuhnya dari nokturia.

1. Anamnesis

Pipis

Gejala LUTS

Kencing berdarah

Nyeri saat kencing

Masalah jantung (udem tungkai, atau mata kaki)

Masalah pernapasan (sesak)

Gangguan persarafan

Masalah ginekologi

Kebiasaan makan dan minum atau obat-obatan yang memengaruhi diuresis

Permasalahan psikis

Baca Juga : Sering Dialami Pria, Yuk Kenali Penyebab Nokturia

2. Kuesioner nokturia

ICIQ-N

Catatan harian berkemih

3. Pemeriksaan fisik

BMI (Body Mass Indeks)

Tekanan darah (TD)

Jantung atau paru-paru

Abdomen

Prostat

POP

Tanda-tanda atrofi vagina

4. Pemeriksaan penunjang

Medicak Check

Fungsi ginjal

Prostate Specific Antigen (PSA)

Elektrolit

Pemeriksaan Gula Darah (GD)

Urinalisis

Uroflowmetri serta residu berkemih

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini