Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Diprediksi Baru Bisa Keluar dari Pandemi November 2022

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 620 2525497 indonesia-diprediksi-baru-bisa-keluar-dari-pandemi-november-2022-62tGAFdjHv.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PANDEMI yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir telah memberikan banyak informasi pada para dokter dan ilmuwan. Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan pandemi Covid-19 dapat selesai di tahun 2022.

Epidimiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai keinginan terbebas dari pandemi Covid-19 pada 2022 bukanlah mimpi belaka. Meski demikian, dia menekankan salah satu kunci penting untuk mencapai target tersebut, yakni vaksinasi.

Menurutnya, vaksinasi dosis lengkap mencapai 70 – 80 persen di Oktober atau November 2022 sudah menjadi keharusan semua negara di seluruh dunia. Sebab, jika hal ini tidak tercapai maka akan sulit untuk mengentaskan pandemi Covid-19.

“Sehingga diperlukan kolaborasi global. Ini dalam posisi untuk mengakhiri pandemi. Saya sendiri cukup optimis pandemi bisa berakhir,” kata dia.

Menurutnya, saat ini Indonesia telah memiliki modal yang cukup besar dengan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap yang hampir menyentuh setengah target yang dituju.

Meski demikian, Dicky menegaskan agar bisa terlepas dari bayang-bayang Covid-19 diperlukan kerjasama dari berbagai negara. Sebab eliminasi Covid-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama.

“Berbicara tentang akhir dari pandemi ini, kita tidak bisa bicara Indonesia saja. Semuanya harus berbarengan atau bersama. Karena kalau tidak dieliminasi bersama maka status pandemi itu tidak bisa diangkat,” kata Dicky.

Dicky menjelaskan bahwa pandemi memiliki kriteria khusus. Misalnya satu benua dengan banyak penduduk seperti Eropa atau Australia, jika Covid-19 nya terkendali, maka bisa membuat status pandemi menjadi dicabut. "Kuncinya itu di pengendalian dan cara utamanya untuk mempercepat pengendalian tersebut ada di vaksinasi,” lanjutnya.

Memang, WHO menyebut dengan tidak meratanya vaksin, malah akan menyebabkan sumber mutasi baru virus corona. Efektivitas vaksin dari penelitian ada dua yakni mencegah timbulnya gejala. Serta, mencegah adanya gejala berat yang mengharuskan pasien dirawat di rumah sakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini