Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Efek Samping Vaksin Booster Sama Kah dengan Vaksin 1 dan 2 Covid-19?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 620 2577657 efek-samping-vaksin-booster-sama-kah-dengan-vaksin-1-dan-2-covid-19-yRq3A4DJxm.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

SETIAP vaksin memang memliki efek samping, termasuk vaksin Covid-19. Beberapa efek samping atau yang kerap disebut sebagai Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19, antara lain berkisar sakit kepala, demam bahkan muntah.

Efek samping vaksin Covid-19 pun sangat tergantung pada kondisi masing-masing orang, ada yang hanya merasakan pegal tapi ada juga yang mengalami gejala lebih parah. Meski demikian, persentase seseorang menjadi mengalami gejala mematikan ketika divaksin sangatlah kecil.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang apakah vaksin booster akan memberikan efek yang sama seperti dosis primer. Efek ini muncul sebagai cara tubuh untuk mengatakan sedang membangun perlindungan terhadap Covid-19.

Tetapi apakah efeknya sama antara booster dan dosis primer? Edukator kesehatan yang menjadi pembicara mengenai penanganan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i melalui pesan elektroniknya seperti dilansir dari Antara, membenarkan hal tersebut.

Merujuk pada vaksin berbasis mRNA yakni Moderna dan Pfizer, dia menyebut keduanya memiliki KIPI atau efek simpang yang cukup tinggi seperti demam, tidak enak badan, pegal di lokasi suntikan, meriang.

"Tetapi memang tidak langsung, sekitar 18 jam kemudian," ujar Fajri.

Seperti dikutip dari Medical Daily, vaksin booster memiliki bahan atau formulasi yang sama dengan vaksin primer Covid-19 kecuali booster vaksin Moderna yang kandungan vaksinnya hanya setengah dari dosis seri primer sehingga dapat memicu gejala atau efek samping seperti dosis utama.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kebanyakan orang yang mendapat suntikan booster Moderna dan Pfizer mengalami gejala ringan hingga sedang. Efek samping booster yang paling sering dilaporkan antara lain demam, sakit kepala, kelelahan dan nyeri di tempat suntikan.

Obat yang dijual bebas, seperti ibuprofen, aspirin, asetaminofen, atau antihistamin direkomendasikan untuk mengatasi rasa sakit dan ketidaknyamanan setelah disuntik. Efek samping lain yang mungkin muncul setelah menerima suntikan booster termasuk kemerahan dan pembengkakan di tempat suntikan, kelelahan, kedinginan dan mual.

Para ahli menyarankan Anda untuk minum banyak cairan dan berpakaian nyaman untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat efek samping setelah menerima suntikan. Dosis booster diperlukan demi memperpanjang perlindungan yang diberikan vaksin untuk waktu lebih lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini