Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Punya Potensi Ekonomi Syariah Besar, Wapres Minta Alumni Pesantren Ikut Kontribusi

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Minggu 29 Mei 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 29 620 2602024 ri-punya-potensi-ekonomi-syariah-besar-wapres-minta-alumni-pesantren-ikut-kontribusi-lFUXlq1nJA.jpg Wapres Maruf (Foto: Setpres)

JAKARTA - Sebagai negara yang berpenduduk besar di Dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang cukup besar untuk memajukan perekonomian negara.

Wakil presiden Ma'ruf Amin di depan para santri saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Akbar Ikatan Santri Alumni Pesantren Annawawi Tanara (INSANI PENATA), di Pondok Pesantren Penata, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mengatakan masyarakat pondok pesantren harus berkontribusi dalam membangun ekonomi umat.

Menurutnya, pemerintah siap membangun ekosistem bagi pemberdayaan ekonomi umat, baik dari sisi pasar, permodalan, ataupun hal-hal teknis.

 BACA JUGA:Wapres: Pemikiran Buya Syafii Maarif Sangat Menyejukkan, Dapat Diterima Lintas Generasi

Namun demikian Wapres menambahkan terwujudnya kemandirian tersebut tetap bergantung pada kemauan dan usaha yang kuat dari umat itu sendiri.

"Kalau azam (kemauan)-nya kuat, jalan akan terbuka. Itu saya kira pedomannya. Jadi, bukan siapa-siapa, dari kita sendiri,” ujar Wapres dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/5/2022).

Menurutnya, kalau terasa berat untuk membangun ekonomi umat, maka penting untuk melakukan pergerakan.

Sebab berjalan pelan lebih baik dari pada diam jika ingin menggapai suatu tujuan.

 BACA JUGA:Wapres soal UMKM Indonesia: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

"Kalau kita tidak mau kasab (ikhtiar), ya tidak datang bantuan Allah, barakah-nya nggak datang karena nggak ada ikhtiarnya,” sambung Wapres.

Dia pun menjelaskan setiap hal yang ingin dilakukan untuk perubahan, minimal sudah harus disiapkan.

Kolaborasi menjadi peting untuk saling memperkuat satu dan lainnya, terutama dalam membangun ekonomi umat yang dicita-citakan pemerintah.

“Itu harus direncanakan, dibuat, dan kuncinya adalah kerja bareng, kerja bersama, kerja ber-jamaah, kerja kolaborasi, kerja sinergi, kerja ta’awun bagaimana kita membangun secara bersama-sama,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini