Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Promosi Pariwisata, Kemenparekraf Main TikTok Loh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 620 2320008 promosi-pariwisata-kemenparekraf-main-tiktok-loh-W1SqOuG9yh.jpg Kemenparekraf lakukan webinar tentang pemanfaatan media sosial. (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus melakukan promosi pariwisata lewat media sosial. Salah satu yang disasar adalah TikTok.

Data melaporkan, sekira 73,7 persen masyarakat Indonesia saat ini telah menggunakan internet untuk mengakses berbagai platform media sosial. Karenanya, Kemenparekraf tak mau ketinggalan zaman dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu mengatakan, pemanfaatan media sosial ini merupakan bagian dari bagian kehumasan lembaga pemerintah dalam menyampaikan informasi. Informasi yang disampaikan mengenai program, kebijakan, dan kegiatan pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf.

“Jadi untuk channel komunikasi amat tidak bijak kalau kita tidak menggunakan media sosial. Berkaitan dengan hal itu maka humas pemerintahan harus memaksimalkan disenimasi informasi melalui media sosial,” kata Ayu, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (2/12/2020).

Ayu mengatakan, media sosial dari lembaga pemerintahan harus bisa membuat konten yang berkualitas baik, informatif, serta menarik bagi publik. Sehingga, Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf yang bertugas untuk menyampaikan informasi kepada publik dengan bahasa yang mudah dimengerti pun berupaya melakukan hal serupa.

“Jadi admin-admin akun media sosial tidak boleh mengunggah konten secara asal. Karena media sosial adalah platform internet yang dapat digunakan oleh semua orang untuk memproduksi dan berbagi konten yang punya efek berantai ke berbagai pihak,” katanya.

Baca Juga:Ini Jadwal Libur Akhir Tahun Usai Dipangkas 3 Hari, Traveler Tetap Bisa Jalan-Jalan Kok

Untuk itu, Ayu menyebutkan ada empat strategi yang dilakukan oleh pihaknya agar konten media sosial yang diunggah di berbagai kanal yang ada seperti Facebook Instagram, YouTube, TikTok, dan Twitter Kemenparekraf/Baparekraf menjadi konten yang terstruktur, menarik, serta bisa mencapai target dengan tepat sasaran dan interaktif. Yaitu partisipatif, otentik, bermanfaat, dan terpercaya.

“Konten yang kami unggah di media sosial bersifat partisipatif sehingga bisa menarik interaksi antaraudiens di media sosial untuk membangun komunitas. Kemudian, konten tersebut harus otentik dalam artian merepresentasikan nilai, karakter, dan pesan yang spesifik yang mencerminkan Kemenparekraf," jelas Ayu

Lalu, konten tersebut harus bermanfaat bagi audiens untuk memperoleh informasi yang akurat dan berguna. Terakhir, konten tersebut harus menjadi sumber informasi yang terpercaya dan akuntabel untuk membangun transparansi dan kepercayaan publik.

Helmy Yahya yang juga tengah aktif menjadi YouTuber ini menyampaikan humas lembaga pemerintahan harus mampu memanfaatkan platform media sosial semaksimal mungkin. selain TikTok, menurut Helmy Yahya, YouTube juga dapat menggaet audiens dan menyampaikan informasi mengenai apa saja program, kebijakan, dan kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf dengan bantuan YouTuber.

“Saya sangat akan mendukung apa yang dilakukan oleh Biro Komunikasi Kemenparekraf untuk menyampaikan kebijakan dan program Kemenparekraf ataupun menyosialisasikan objek wisata dan juga mendorong teman-teman di industri kreatif melalui YouTube. Karena dari data yang ada, banyak masyarakat Indonesia memanfaatkan YouTube untuk mencari informasi atau menonton sesuatu,” ujar Helmy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini