Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi Indonesia Diprediksi Alami Kontraksi Kecil di Kuartal IV

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 620 2321492 ekonomi-indonesia-diprediksi-alami-kontraksi-kecil-di-kuartal-iv-JjhMoTbs6l.jpg Ekonomi RI (Shutterstock)

JAKARTA - Selain penanganan Covid-19, pemerintah akan fokus pada upaya memperluas manufaktur dan investasi di 2021. Salah satunya dengan mendorong penerapan UU Omnibus Law dan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Group Research DBS Indonesia Radhika Rao mengatakan, pertumbuhan PDB diperkirakan meningkat seiring dengan peningkatan perekonomian global. Sementara kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan stabil di angka Rp14.000-Rp15.000 per USD.

 Baca juga: Soal Resesi, Luhut: RI Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Juga Terdampak Covid-19

DBS mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB di minus 2% di 2020. Sementara itu, pada 2021 berada di 4%.

"Pandangan kami terhadap tahun 2020 yang didominasi oleh dampak pandemi Covid-19 dimana pemerintah berupaya menyeimbangkan keselamatan masyarakat dengan mata pencaharian mereka," kata Radhika saat webinar, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

 Baca juga: Tegas! Jokowi: Buang Ego Sektoral, Jangan Bangun Tembok Tinggi

Dia menjelaskan DBS GDP Nowcast untuk Indonesia, menunjukkan kontraksi kecil pada kuartal keempat 2020. Hal ini terjadi sebelum kembali naik memasuki tahun 2021.

Untuk 2021, DBS melihat Indonesia mengandalkan konsumsi, restocking perusahaan, dan ekspor netto untuk mendapatkan manfaat dari pelonggaran pembatasan, bersamaan dengan distorsi angka inflasi bulanan yang menguntungkan.

"Sementara dukungan fiskal yang melambat, serta arah kurva pandemi adalah risiko bagi proyeksi Indonesia," jelas Radhika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini