Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WHO Sebut Mutasi Virus Cacar Monyet Belum Mengkhawatirkan

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 620 2599342 who-sebut-mutasi-virus-cacar-monyet-belum-mengkhawatirkan-AfW7dF2e01.jpg Ilustrasi Cacar. (Foto: Shutterstock)

KASUS cacar monyet memang membuat kekhawatiran cukup besar. Masalahnya, kasus yang biasa terjadi di Afrika tersebut di temukan di beberapa negara Eropa dan bahkan Amerika Serikat.

Menambah kekhawatiran, mereka yang terpapar cacar monyet tersebut tidak memiliki riwayat perjalan ke Afrika. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memberikan perhatian lebih pada kasus cacar monyet ini.

Terbaru, WHO mengungkap perkembangan kasus cacar monyet atau monkeypox di dunia terkendali. Hal ini juga, diungkapkan eksekutif senior di badan PBB, mencatat penyakit menular yang mewabah di Afrika barat dan tengah itu, cenderung tidak berubah.

Meski terus bertambah, Rosamund Lewis, kepala sekretariat cacar dari program WHO mengatakan mutasi dari cacar monyet cenderung lebih rendah. Sejauh ini, pakar kesehatan memperhatikan mutasi yang bisa membuat virus lebih mudah menular atau parah.

Sebab terbukti darinya, lebih dari 100 kasus diduga dan dikonfirmasi dalam wabah baru-baru ini di Eropa dan Amerika Utara belum parah. "Ini adalah situasi yang dapat dikendalikan, khususnya di Eropa," kata Maria van Kerkhove, ahli kesehatan WHO dilansir Channel News Asia, Selasa (24/5/2022)

Sehubungan dengan kasus cacar monyet, WHO meminta klinik dermatologi dan layanan kesehatan primer, serta klinik kesehatan seksual, untuk waspada terhadap kasus-kasus potensial.

Sebab wabah cacar monyet dinilai tidak biasa, yang terjadi di negara-negara di mana virus tidak bersirkulasi secara teratur. Para ilmuwan berusaha memahami asal usul kasus dan apakah ada perubahan tentang virus itu.

Melansir dari website WHO, virus cacar monyet ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Penyakit cacar monyet biasanya sembuh sendiri tetapi parah pada beberapa individu, seperti anak-anak, wanita hamil atau orang dengan penekanan kekebalan karena kondisi kesehatan lainnya.

Ada dua clade virus monkeypox: clade Afrika Barat dan clade Congo Basin (Afrika Tengah). Nama monkeypox berasal dari penemuan awal virus pada monyet di laboratorium Denmark pada tahun 1958.

Melansir website resmi WHO, kasus cacar monyet telah dilaporkan ke WHO dari 12 negara anggota yang tidak endemik virus cacar monyet. Sampai saat ini, semua kasus pada sampel dikonfirmasi oleh PCR diidentifikasi terinfeksi clade Afrika Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini