Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Mitos dan Fakta Telur Infertil yang Viral Dijual di Pasar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 620 2230410 5-mitos-dan-fakta-telur-infertil-yang-viral-dijual-di-pasar-Fv96jAnQqz.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Belum lama ini isu telur infertil terus menjadi pembicaraan di masyarakat. Hal ini menjadi viral sejak ditemukannya telur infertil yang dijual di salah satu pasar di Tasikmalaya. Alhasil banyak yang penasaran mengenai perbedaan telur infertil dengan telur ayam biasa.

Saat ini banyak mitos dan fakta yang beredar seputar telur infertil atau biasa disebut dengan telur tidak dibuahi yang berkembang di masyarakat. Merangkum dari The Chicken Chick, Senin (15/6/2020), berikut lima mitos dan fakta seputar telur infertil.

1. MITOS: Telur fertil mengandung anak ayam perempuan di dalamnya.

FAKTA: Telur yang baru saja diletakkan tidak akan pernah mengandung anak ayam. Hanya telur subur yang telah diinkubasi dalam kondisi yang tepat yang bisa menjadi embrio dan berkembang menjadi anak ayam. Dibutuhkan waktu 21 hari sampai telur menetas.

Telur Ayam

2. MITOS: Telur fertil lebih bergizi daripada telur yang tidak subur.

FAKTA: Tidak ada bukti ilmiah bahwa telur fertil lebih unggul secara nutrisi daripada telur infertil. Telur fertil memiliki sisa-sisa sperma ayam jantan dan lapisan sel kecil yang dapat membentuk embrio.

Baca Juga : Telur Infertil Cenderung Punya Bobot Lebih Berat daripada Fertil

Proporsi ini terhadap total telur sangat kecil sehingga tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan kimia antara telur fertil dan infertil. Tidak ada bukti ilmiah bahwa telur fertil memiliki nutrisi yang lebih tinggi daripada infertil.

3. MITOS: Telur fertil rasanya berbeda dari telur infertil.

FAKTA: Sama sekali tidak ada perbedaan rasa antara telur fertil dan infertil.

4. MITOS: Bintik darah di dalam telur berarti telur tersebut fertil.

FAKTA: Bintik darah di dalam telur dapat terjadi di berbagai titik dalam sistem reproduksi ayam sebagai akibat pecahnya pembuluh darah. Ini bisa merupakan hasil dari kecenderungan genetik, kekurangan vitamin A, atau kejadian acak.

Tidak ada korelasi antara bercak darah dan telur fertil. Kesalahpahaman ini mungkin terjadi karena munculnya telur-telur fertil yang diinkubasi dan sedang berkembang pada sekira hari keempat. Namun, urat tampak tidak seperti bercak darah.

Darah tidak ada hubungannya dengan telur fertil atau infertil, itu disebabkan oleh kesalahan yang terjadi ketika kuning telur dilepaskan dari ovarium ayam betina dan akan terjadi apakah ayam jantan dikawinkan dengan ayam betina yang bertelur atau tidak.

Telur Ayam

5. MITOS: Memeriksa telur akan mengungkapkan apakah telurnya subur atau tidak.

Candling adalah istilah yang digunakan untuk menyinari cahaya melalui kulit telur untuk melihat apa yang ada di dalamnya.

Fakta: Hanya telur yang diinkubasi dan mulai berkembang yang dapat diidentifikasi fertil setelah minimal tiga hari. Blastoderm dan blastodisc tidak dapat dilihat melalui cangkang telur. Mungkin saja telur yang diinkubasi fertil dan tampak infertil ketika diterangi lilin jika telur gagal berkembang.

Satu-satunya cara untuk menentukan apakah telur yang tidak diinkubasi fertil atau tidak adalah dengan membukanya dan mengidentifikasi blastodisc atau blastoderm.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini