Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocoran Bank Dunia ke Erick Thohir soal Ekonomi Indonesia 2021

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 620 2262711 bocoran-bank-dunia-ke-erick-thohir-soal-ekonomi-indonesia-2021-HA30NUsPeE.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh signifikan pada tahun 2021. Proyeksi itu disampaikan Asian Development Bank (ADB), World Bank atau Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, prediksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan yang dicatatkan Bank Dunia sebesar 4,8 persen, sementara IMF 6,1 persen, dan ADB berkisar pada angka 5,5 persen.,

 Baca juga: Ekonomi Indonesia Kuartal II Minus 5,32%, Menko Airlangga: Tidak Separah Negara Tetangga

"World Bank itu, 4,8 persen pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, ADB 5,5 persen, dan IMF 6,1 persen. Karena itu kemarin indonesia menargetkan pertumbuhan 4,5 persen hingga 5,5 persen," ujar Erick dalam konferensi pers, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Erick menegaskan, prediksi ketiga lembaga finalisasi internasional itu sesuai dengan kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni memilih penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) daripada melakukan lockdown atau penguncian diri saat awal pandemi Covid-19.

Atas langkah itu, kata Erick, Ekonomi Indonesia hanya terkontraksi 5,3 persen pada kuartal ke-II tahun ini. Sementara sejumlah negara Asia Tenggara yang melakukan langkah penguncian justru membuat ekonomi negara tersebut terkontraksi mendalam pada periode yang sama. Di mana, Malaysia minusnya 17,1 persen, filipina 16,5 perseb, sementara Singapura 12,0 persen.

 Baca juga: Hati-Hati, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI 2020 Bisa Minus 1,1%

"Kebijakan Pak Presiden yang tidak me-lockdown Indonesia adalah kebijakan yang sangat tepat karena Presiden canangkan juga kepada Komite ada gas ada rem. Karena itu, data-datanya konkrit, hari ini kita itu minus 5,3 persen kalau kita bandingkan dengan negara tetangga kita baik itu Filipina dan Singapura, dan Malaysia," ujar Erick.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kondisi perekonomian pada 2021 semakin baik di tengah upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merepresentasi kondisi ekonomi nasional.

 Baca juga: Bandingkan Penanganan Covid-19 dengan China, Jokowi: Kita Lakukan Langkah Luar Biasa

Dia menyebut, asumsi indikator ekonomi makro yang disiapkan harus penuh optimisme. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi ditaksir mencapai 4,5-5,5 persen.

“Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama. Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen, untuk mendukung daya beli masyarakat,” ucap Jokowi.

Dia melanjutkan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.600 per dolar Amerika Serikat (A). Selain itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun yang diperkirakan sekitar 7,29 persen.

 Baca juga: 10 Poin Penting Pidato Presiden bidang Ekonomi, Salah Satunya soal Krisis

Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan di 45,7 dolar AS per barel. “Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 705.000 barel dan 1.007.000 barel setara minyak per hari,” tuturnya.

Jokowi menuturkan, rancangan kebijakan APBN 2021 diarahkan untuk pertama mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi dan daya saing ekonomi.

Ketiga, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital. “Serta keempat, pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi,” tuturnya.

Di lain sisi , Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bandara-bandara PT Angkasa Pura II diharapkan dapat mendukung perluasan akses pemasaran produk UMKM dengan menyediakan ruang usaha yang lebih murah.

"MoU antara PT Angkasa Pura II dengan Kementerian Koperasi & UKM untuk membahas lebih detail mengenai area komersial atau ruang usaha bagi UMKM di bandara-bandara PT Angkasa Pura II,”katanya.

Sejalan dengan itu, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan akan memberikan dukungan ruang usaha bagi UMKM dengan tarif sewa lebih murah 50% dari biaya normal.

“Kami siapkan hampir 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara. Nilai sewa khusus bagi UMKM adalah 50% dari biaya normal. Untuk poin-poin lainnya akan dibahas lebih detail setelah adanya MoU antara PT Angkasa Pura II dan Kementerian Koperasi & UKM,” jelas Muhammad Awaluddin.

Sebanyak hampir 100 ruang usaha yang disiapkan bagi UMKM itu antara lain terdapat di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu (Deli Serdang).

Kata dia, perseroan mendukung penuh program PaDi Kementerian BUMN.

“Tender pekerjaan senilai Rp250 juta sampai Rp14 miliar akan pindah porsinya ke UMKM. Kami akan menata jenis pekerjaan mana saja yang esuai dengan program PaDi Kementerian BUMN, dapat dipindahkan ke pelaku UMKM,” imbuhnya.

Adapun PT Angkasa Pura II saat ini mengelola Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini