Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hal-Hal Perlu Dilakukan untuk Bangkitkan Pariwisata di Tengah Covid-19

Windy Phagta, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 620 2290473 hal-hal-perlu-dilakukan-untuk-bangkitkan-pariwisata-di-tengah-covid-19-DLuqPKMfIi.jpg Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh (Foto Hafid Junaidi/bandaaceh.go.id)

KEPALA Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar mengatakan, dalam membangun kembali bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19, dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dengan pemangku kepentingan industri pariwisata.

“Untuk membangkitkan kembali bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus ada sinergitas pemerintah dengan pemangku kepentingan untuk memulihkan ekonomi,” katanya saat mengisi materi Bimbingan Teknis Singkronisasi New Normal Promoasi Pariwisata Indonesia di Pasar Asia di Aula Al Hanifi Hotel, Kota Banda Aceh, Selasa 6 Oktober 2020.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Kepulauan Terbaik di Asia, Nomor 3 Indonesia Punya

Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki peran masing-masing dalam memajukan pariwisata di Kota Banda Aceh.

Ia menjelaskan, pemerintah punya peran dalam membuat regulasi dan perizinan sedangkan para pelaku berperan dalam mengimplementasikan usaha mereka.

“Kemudian pemerintah juga mendorong agar usaha-usaha mereka ini bisa maju dengan cara berkolaborasi dan melakukan promosi secara bersama-sama,” jelasnya.

Baca juga: Negara-Negara G20 Bahas Kebangkitan Pariwisata Pasca-Pandemi Corona

Selain membangun sinergitas, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan. Salah satu di antaranya dengan membentuk kelompok sadar wisata di setiap desa masing-masing.

“Dengan banyaknya desa-desa wisata tentu akan banyak potensi yang bisa kita jual baik secara domestik maupun mancanegara,” papar Iskandar.

Kendati demikian, dibutuhkan waktu agar hal tersebut bisa terwujud, sehingga bisa mendatangkan wisatawan ke Kota Banda Aceh.

“Mereka (masyarakat) juga harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan market wisata. Hal ini butuh waktu satu tahun lebih karena memerlukan juga studi, sehingga benar-benar siap untuk masuk pasar wisata Asia," jelasnya.

"Selain komponen pariwisata yang layak dijual berupa destinasi, atraksi dan kuliner juga memerlukan pendukung lainnya seperti hotel, restoran dan produk ekonomi kreatif lainnya dengan harapan kita semua bisa bersinergi dalam membangun pariwisata di Kota Banda Aceh,” katanya lagi.

Diharapkan dengan adanya perputaran ekonomi di sektor pariwisata dapat menyerap pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

“Ketika roda perekonomian di sektor pariwisata berputar tentu akan menciptakan peluang tenaga kerja sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa menurun, rakyat akan lebih sejahtera.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini