Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rutin Berolahraga Masih Bisa Terkena Penyakit Jantung?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 620 2477904 rutin-berolahraga-masih-bisa-terkena-penyakit-jantung-53R1MIOWd3.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEROLAHRAGA secara rutin memang bisa menjauhkan kita dari berbagai penyakit. Tapi, bukan berarti kita menjadi kebal terhadap semua penyakit. Bahkan atlet sekalipun bisa jatuh sakit.

Nah, salah satu penyakit yang tidak boleh diremehkan adalah penyakit jantung. Memang berolahraga bisa membuat jantung kita sehat, tapi bukan berarti tidak memeriksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa gejala.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Anggarino Damay, Sp. JP., M. Kes., FIHA., FICA., FAsCC mengatakan olahraga memang baik untuk kesehatan jantung, namun penyakit jantung sendiri disebabkan oleh banyak faktor.

Dokter Vito mengatakan penyakit jantung khususnya koroner memiliki beberapa faktor penyebab antara lain gaya hidup tidak sehat seperti makan makanan tinggi karbohidrat atau lemak, obesitas, jarang beraktivitas fisik dan kebiasaan merokok.

Olahraga

Penyakit jantung koroner ini pun tidak datang secara tiba-tiba. Biasanya sudah menunjukkan tanda-tanda tetapi selalu diabaikan oleh penderitanya.

"Sering kali di Indonesia ini kurang aware akan pemeriksaan penyakit jantung, kayak mobil lah kalau sudah mogok baru dibawa ke bengkel. Kadang-kadang sudah ada kerusakan dari awal, bensinnya tinggal dikit, kampas remnya udah mau abis," ujar dr. Vito seperti dilansir dari Antara.

"Pas tiba-tiba mogok baru bilang lah kok bisa. Kayak kok tiba-tiba punya penyakit jantung, padahal sebelumnya enggak ada apa-apa, bukan enggak ada apa-apa ya tapi tidak disadari karena kurangnya awareness," lanjutnya.

Pemeriksaan jantung harus rutin dilakukan oleh masyarakat, baik pada orang yang memiliki keluhan ataupun yang merasa sehat.

Saat seseorang merasa sehat - meski sebenarnya memiliki penyakit jantung, gangguan jantung ini bisa terjadi saat berolahraga dan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.

"Saat mereka semangat olahraga, pede enggak sakit jantung, terus di tengah berolahraga mengalami serangan jantung atau gangguan jantung. Ini sering terjadi kan pada beberapa atlet," kata dr. Vito.

"Jadi sekali lagi olahraga tetap bermanfaat buat jantung tapi tetap kitanya sendiri yang harus aware apakah ada gangguan, dan yang terpenting terus cek apakah jantung kita dalam performa yang baik untuk bisa berolahraga dan aktivitas fisik," imbuh dr. Vito.

Lebih lanjut dr. Vito mengungkapkan jika masyarakat cenderung enggan memeriksakan masalah kesehatan lantaran takut didiagnosis memiliki penyakit tertentu. Akhirnya, mereka memilih untuk tidak tahu tentang penyakitnya dan merasa baik-baik saja.

"Padahal kalau diperiksakan dan tahu ada sakitnya kayak gangguan jantung itu lebih baik, karena dari awal kita bisa mencegah komplikasi lebih lanjut. Kalau enggak tahu, ada penyakit jantung bukan berarti penyakitnya akan hilang," ujarnya..

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini