Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Gangguan Ginjal Akut Harus Cuci Darah Seumur Hidup?

Syifa Fauziah, Jurnalis · Selasa 18 Oktober 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 620 2689729 pasien-gangguan-ginjal-akut-harus-cuci-darah-seumur-hidup-usZcf9xYwP.jpg Ilustrasi Gangguan Ginjal Akut. (Foto: Shutterstock)

GANGGUAN ginjal akut misterius memang tengah menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir ini. Pasalnya, gangguan ginjal akut misterius ini kasusnya tengah banyak diderita anak-anak.

Gangguan ginjal akut disebut juga sebagai Acute Kidney Injury (AKI) dan biasanya masuk dalam stadium 3. Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI, dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) mengatakan ketika anak mengalami gangguan fungsi ginjal, sebaiknya harus diterapi.

"Semakin dini terapi saat stadium 1 maka semakin baik. Jadi tidak bisa hanya sebut gagal ginjal akut karena itu stadium 3. Kita mau menjaringnya dari stadium 1 dan 2 agar pengobatannya lebih baik," ujar Dokter Eka dalam Virtual Media Briefing: Update Gangguan Ginjal Akut Misterius (Acute Kidney Injury Unknown Origin / AKIUO) pada Anak.

Berbeda dengan gagal ginjal yang dialami oleh orang dewasa yang sudah berumur, pasien yang menderita gangguan ginjal akut misterius saat penyembuhan memiliki tingkat harapan hidup yang tinggi.

"Artinya yang tadinya stadium 3 butuh hemodialisis maka bisa betul-betul lepas dari dialisis dan fungsi ginjal kembali normal. Bisa produksi urin lagi dan bisa mengeluarkan sisa-sisa sampah metabolisme dengan normal," tutur Dokter Eka.

Namun Dokter Eka menjelaskan ketika seseorang memiliki riwayat gangguan ginjal misterius ini gaya hidupnya harus sangat diperhatikan agar tidak kambuh. "Mereka berisiko bila kena infeksi berat, kena lagi dehidrasi, secara teori berisiko terjadi lagi gangguan ginjal akut," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya hal yang sulit dari penyakit ini adalah karena belum ditemukan faktor utamanya. "Ini AKI yang sulit karena belum ditemukan faktor utamanya, kita nemunya multifaktorial. Infeksi ada, virus tertentu tapi beda-beda tiap orang, jadi nggak bisa konklusi bahwa ini penyebabnya," imbuhnya.

Sekadar informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan kasus anak gangguan ginjal akut misterius sebanyak 42 kasus. Data tersebut berdasarkan data sejak Januari sampai Oktober 2022. Dengan rincian laporan perbulannya, sebagai berikut:

1. Januari: 2 kasus

2. Maret: 1 kasus

3. Mei: 3 kasus

4. Juni: 2 kasus

5. Juli: 1 kasus

6. Agustus: 11 kasus

7. September: 19 kasus

8. Oktober: 3 kasus

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari total 42 kasus yang ada, diketahui sebanyak 29 kasus berjenis kelamin laki-laki, 13 kasus berjenis kelamin perempuan. Selain itu, 37 kasus berasal dari balita, dan 25 di antaranya meninggal dunia. Kemudian 5 kasus berasal dari usia anak 5-18 tahun. Saat ini ada sekitar 7 kasus di rawat inap di rumah sakit dan 10 dinyatakan sembuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini