Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dicap Penyebab Kolesterol, Ahli Gizi: Jangan Selalu Salahkan Minyak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 620 2289419 dicap-penyebab-kolesterol-ahli-gizi-jangan-selalu-salahkan-minyak-ou6YI8LwvM.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Bila kita mendengar kata minyak, yang ada di otak langsung kolesterol dan bahan alami penyebab penyakit jantung. Padahal, tidak melulu minyak bersifat negatif seperti itu.

Terlebih, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan beberapa jenis minyak sehat pun muncul, salah satunya soybean oil atau minyak kedelai. Merasa aneh dengan hal tersebut? Sebab, biasanya kedelai hanya ada di susu, kok kini ada di minyak?

Minyak kedelai hadir sebagai alternatif solusi bagi Anda yang memang mulai menjaga dengan baik dan benar asupan pangan harian. Minyak kedelai sendiri menawarkan banyak manfaat, salah satunya adalah lemak yang terkandung di dalam jenis minyak ini tergolong lemak baik.

Minyak Kedelai

Dijelaskan Ahli Gizi Seala Septiani, S.Gz., M.Gizi, minyak kedelai semakin banyak dipergunakan masyarakat karena manfaat yang ditawarkan. Satu yang paling diincar ialah tidak mengandung kolesterol sama sekali.

"Kenapa bisa begitu, karena kandungan minyak kedelai itu berasal dari nabati, bukan minyak hewani. Sehingga, orang-orang yang memperhatikan asupan makanan bergizi, mulai melirik minyak yang satu ini," katanya dalam Webinar Nutrisi dan Proteksi untuk Kolesterol di masa Pandemi yang diinisiasi Sania Royale Soya Oil, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga : Pesona Cinta Laura Pakai Dress Menerawang, Netizen: Bidadari Salah Tempat Nih!

Lalu, manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari minyak kedelai adalah kaya akan lemak tak jenuhnya. Dalam minyak kedelai, kandungan omega-3 begitu tinggi.

Menurut studi yang dilaporkan Health Line, para ilmuwan meneliti 252 orang dalam 12 minggu yang mengonsumsi kapsul minyak kedelai dan 1 sendok makan (15 ml) minyak kedelai yang diperkaya dengan asam stearidonic. Hasilnya, per hari studi penelitian meningkatkan kadar asam lemak omega-3 dalam darah.

Omega-3 ini telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan dan memainkan peran integral dalam kesehatan jantung, perkembangan janin, fungsi otak, dan kekebalan tubuh. Ya, omega-3 yang cukup memastikan imunitas tubuh Anda terjaga dengan baik.

Karena tinggi omega-3, tak heran minyak kedelai juga dihubungkan dengan efek baik para penderita kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Sebab, omega-3 diyakini mampu membantu mengurangi peradangan.

Poin lain dari manfaat dari minyak kedelai adalah titik asap yang tinggi. Ini menjadi penting bagi konsumen Indonesia, karena tak bisa dipungkiri banyak keluarga yang menggunakan minyak untuk 'deep fried'. Nah, dengan titik asap yang tinggi, Anda tidak khawatir manfaat baik minyak kedelai hilang, terurai karena proses pemanasan.

"Salah satu kandungan baik dalam minyak kedelai adalah Polyunsaturated Fat (PUFA) yang mana ini adalah lemak tak jenuh yang memang dibutuhkan tubuh untuk memastikan keseimbangan nutrisi," papar Nuri Rialen, selaku Head of Marketing Sania.

Sementara itu, Ahli Gizi Seala menegaskan bahwa 'image' buruk minyak sejatinya tidak boleh diamini lagi. Sebab, jika dikulik lebih dalam, yang sebetulnya perlu dikoreksi lagi adalah bagaimana cara Anda memasak, bukan minyaknya. "Minyak itu enggak pernah salah. Jadi, jangan selalu salahkan minyak," tegasnya.

Minyak

Maksudnya, dalam proses menggoreng, apakah Anda menggunakan bahan-bahan makanan yang bernutrisi atau asal-asalan. Benarkah takaran garam atau penyedap rasa lainnya? "Kalau Anda gorengnya jeroan atau makanan-makanan yang asin terus, kan ketahuan jadinya yang keliru siapa sebetulnya," tambah Seala.

Terlebih, minyak yang Anda gunakan itu terbuat dari sumber nabati, dipastikan tidak ada kolesterol di sana. Jadi, risiko penambahan kolesterol tubuh karena penggunaan minyak kedelai itu tidak tepat. So, masih menyalahkan minyak?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini