Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usia Muda dan Gejala Ringan Tak Jamin Penyintas Covid-19 Lolos Long Covid

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 620 2538514 usia-muda-dan-gejala-ringan-tak-jamin-penyintas-covid-19-lolos-long-covid-YLISl4xD4W.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GEJALA Long Covid-19 memang bisa terjadi pada setiap orang, meskipun dia sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 atau sindrom pasca-covid. Tapi gejala Long Covid memang bisa berbeda pada setiap orang, dan penyebabnya pun masih belum jelas.

Tidak hanya mereka yang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit bawaan saja yang bisa terkena long covid. Berusia muda dengan gejala-gejala yang ringan juga tidak menjamin bagi para penyintas Covid-19 terbebas dari long Covid.

Dengan meningkatnya kasus aktif Covid-19 di Indonesia beberapa hari terakhir ini, masyarakat diingatkan kembali akan potensi bahaya yang dibawa oleh Covid-19. Tak hanya menyerang saluran pernapasan, Covid-19 juga berpotensi mengakibatkan sindrom pasca-Covid pada penderitanya.

Sindrom pasca-Covid merupakan sejumlah masalah kesehatan atau gejala yang baru, kembali muncul, atau terus terjadi selama 4 minggu atau lebih sejak pertama kali seseorang terinfeksi virus penyebab Covid-19.

Walaupun mayoritas penderita Covid-19 akan membaik dalam beberapa minggu setelah sakit, sebagian penderita mengalami sindrom pasca-Covid yang gejalanya menetap selama beberapa waktu setelah sembuh. Kondisi ini sangat bervariasi dan memiliki jangka waktu yang berbeda antar penyintas Covid-19.

"Penderita Covid-19 usia berapa pun dapat mengalami sindrom pasca-Covid, meski lebih sering ditemukan pada usia dewasa dibandingkan grup usia anak atau remaja, tetapi kelompok anak dan remaja tetap berisiko mengalaminya," ujar dr. Desilia Atikawati, Sp.P, FAPSR, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, RS Pondok Indah Puri Indah seperti dilansir dari Antara.

Penelitian menunjukkan gejala jangka panjang pada anak, baik yang memiliki gejala ringan atau berat (termasuk multisystem inflammatory syndrome, MIS), antara lain kelelahan/fatigue, pusing, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, nyeri otot dan sendi, serta batuk. Walau jarang, beberapa orang, terutama anak-anak, dapat mengalami MIS sesaat atau segera setelah mengalami infeksi Covid-19.

MIS adalah kondisi di mana berbagai organ tubuh mengalami inflamasi, termasuk jantung, paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau sistem pencernaan. Hingga saat ini, belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

"Ini merupakan kondisi serius dan dapat menyebabkan kematian. Gejala yang perlu diwaspadai sebagai MIS adalah adanya demam disertai minimal satu dari gejala seperti nyeri perut, kemerahan pada mata, diare, pusing atau lightheadedness, ruam kulit, dan muntah," kata dr. Desilia.

Sindrom pasca-Covid sendiri tidak hanya terjadi pada penyintas Covid-19 yang bergejala berat saja. Penyintas Covid-19 dengan gejala ringan, bahkan tidak bergejala, juga dapat mengalaminya.

Gejala-gejala yang sering dilaporkan antara lain sesak napas/sulit bernapas lega, fatigue/rasa lelah, gejala yang dirasa memburuk setelah aktivitas/post-exertion malaise, kesulitan berpikir/berkonsentrasi/brain fog, batuk, nyeri dada/perut, pusing, rasa berdebar, nyeri otot/sendi, rasa kesemutan, diare, gangguan tidur, demam, pusing ketika berdiri/lightheadedness, ruam kulit, perubahan suasana hati, perubahan kemampuan indra penciuman/perasa, perubahan siklus menstruasi, dan rambut rontok.

Sebagian penderita Covid-19 yang bergejala berat mengalami dampak multiorgan atau kondisi autoimun dalam waktu yang lebih panjang dengan gejala yang menetap hingga beberapa bulan setelahnya.

Dampak multiorgan dapat melibatkan banyak sistem tubuh, seperti jantung, paru, ginjal, kulit, dan fungsi otak. Sedangkan kondisi autoimun terjadi ketika sistem imun mengalami kesalahan dan menyerang sel-sel sehat dalam tubuh, yang menyebabkan inflamasi (peradangan) atau kerusakan jaringan di berbagai bagian tubuh.

Cara paling baik untuk mencegah sindrom pasca-Covid adalah dengan mencegah terjadinya infeksi Covid-19. Bagi yang sudah mendapatkan vaksinasi 1 dan 2, segera lakukan booster vaksinasi Covid-19 sehingga dapat mengurangi risiko terkena Covid-19 serta melindungi orang di sekitar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini