Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karena Hal Ini Kemenkes Pede Bisa Kendalikan Pandemi Covid-19

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 620 2561798 karena-hal-ini-kemenkes-pede-bisa-kendalikan-pandemi-covid-19-9D7LLn4Fxv.jpeg Kemenkes optimis bisa kendalikan pandemi covid-19 (Foto: Timesofindia)

TREN kasus konfirmasi Covid-19 kembali mengalami penurunan hingga 9.629. Melihat hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimis kendalikan Covid-19.

Angka itu lebih rendah dari catatan 28 Januari lalu yang sempat di angka 9.905. Angka kesembuhan hari ini juga meningkat menjadi 39.296 dibandingkan hari sebelumnya (13/3) di 25.854.

"Begitu juga dengan angka keterisian rumah sakit yang terus turun dari hari ke hari secara konsisten. Ini menunjukkan penanganan Covid-19 di Indonesia menuju ke arah yang lebih baik setiap harinya,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dikutip Selasa (15/3/2022).

Pasien Covid-19

Selain itu, catatan positivity rate nasional juga membaik dan sempat tercatat di angka 11,56% (13/3). Sebelumnya, pada tanggal 12 Maret, positivity rate sempat tercatat di angka 15.02%.

BACA JUGA : Gejala Deltacron Mirip Delta dan Omicron, Waspada jika Mulai Flu

Capaian ini juga dibarengi dengan perluasan vaksinasi, jika vaksinasi lengkap dua dosis ditambah vaksinasi booster sangat berpengaruh dalam mengendalikan kondisi Covid-19.

BACA JUGA : Menkes Sebut Pasien Delta Berpotensi 4 Kali Lipat Meninggal dibanding Omicron

Diketahui hingga hari ini (14/3) capaian vaksinasi dosis satu sebanyak 193.591.293 (92.95%). Kemudian, vaksinasi dosis dua sudah tercatat di angka 151.693.762 (72,84%). Lalu catatan vaksinasi booster kini berada di angka 14.724.644 (7.07%).

“Optimisme mengendalikan Covid-19 perlu didukung melalui upaya percepatan dan perluasan vaksinasi lengkap dua dosis ditambah booster. Ini menjadi benteng pertahanan kita semua dari perawatan bergejala berat dan risiko kematian akibat infeksi Covid-19,” jelas dr. Nadia

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini