Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen MUI Apresiasi Presiden Jokowi Sentil Menteri

Senin 29 Juni 2020 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 620 2238410 sekjen-mui-apresiasi-presiden-jokowi-sentil-menteri-OeEaByFaqv.jpg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengkritik menteri di kabinetnya yang lamban bekerja. Menurutnya wajar Jokowi marah.

“Pidato singkat Presiden Jokowi seperti yang tersebar di Youtube benar-benar menunjukkan kekecewaannya terhadap kinerja para pembantunya yang terlihat seperti tidak punya sense of crisis, sehingga tidak banyak dari yang dilakukan oleh para menteri tersebut yang benar-benar berdampak baik dan besar terhadap rakyat dan masyarakat luas,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2020).

 Baca juga: Jangan Curhat ke Sembarang Orang saat Ada Masalah, Ini Penjelasan Aa Gym

Menurutnya, hal ini tentu saja disesalkan oleh Jokowi karena semestinya para pembantu Presiden sudah tahu apa yang akan dilakukan.

 ilustrasi

KH Anwar Abbas

“Dan hal ini tentu saja telah membuat sang Presiden benar-benar menjadi jengkel. Coba saja bayangkan dana yang sudah disediakan cukup besar baru terserap sedikit sehingga jumlah uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat tentu masih sangat-sangat kecil sehingga daya beli masyarakat tidak dan belum bisa terdongkrak sehingga ekonomi masyarakat tidak dan belum bisa menggeliat.”

 Baca juga: 4 Inspirasi Gaun Putih untuk Hijabers Sambut Idul Adha

Menurutnya hal itu dapat memperburuk citra pemerintah terutama Presiden, karena dampak dari kinerja pembantunya tersebut telah memperburuk keadaan ekonomi rakyat.

“Untuk itu para menteri dan para pembantu Presiden hendaknya benar-benar tersentak dengan pernyataan presiden tersebut dan secepatnya melakukan langkah-langkah strategis dan inovatif bagi memperbaiki keadaan ekonomi rakyat sehingga daya beli masyarakat kita harapkan akan bisa meningkat,” kata Anwar.

Untuk itu agar tujuan tersebut bisa cepat terwujud, menurut Anwar, sebaiknya bantuan-bantuan dari pemerintah terhadap rakyat miskin tidak diberikan berupa barang, melainkan dalam bentuk uang.

“Karena dengan itu mereka bisa berbelanja ke warung-warung kecil di samping dan di sekitar rumahnya sehingga kehidupan ekonomi dari rakyat kecil benar tertolong dan itulah yang kita harapkan.”

Sebagaimana diketahui, pada sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020, Presiden Jokowi mengungkapkan kekesalannya terhadap kinernya beberapa pembantunya.

"Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu," tuturnya.

Jokowi pun menyinggung reshuflle kabinet. "Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini