Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Santri di Aceh Diajari Menulis Ilmiah

Windy Phagta, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 620 2268453 santri-di-aceh-diajari-menulis-ilmiah-1bKNr3fxfp.jpg Santri mengikuti workshop menulis ilmiah di Banda Aceh

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh menyelenggarakan workshop Santri Menulis Ilmiah yang diadakan di Hotel Kyriad Muraya, selama dua hari, 25-26 Agustus 2020.

Acara yang bertajuk Mengasah Ketajaman Intelektual Santri Lewat Menulis ini diisi oleh dua pemateri Dr. Teungku Rahmadon dan Teungku Tarmizi M. Daud, M. Ag diikuti oleh 50 peserta dari seluruh dayah atau pondok pesantren di Kota Banda Aceh.

Selama acara, Disdik Dayah Kota Banda Aceh tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengecek suhu tubuh, memakai masker bagi semua peserta dan menjaga jarak diantara mereka.

Baca juga: Sains dalam Alquran, Matahari Terbit dari Barat sebagai Tanda Hari Kiamat

Kepala Disdik Dayah Teungku Tarmizi M. Daud mengatakan, salah satu tujuan pelatihan adalah agar para santri dan guru bisa menulis pemikirannya dengan bahasa yang baik, terutama dari referensi kitab-kitab klasik yang dipelajari di pesantren di mana isinya luar biasa, tapi kurang terekspos.

"Tujuannya adalah ketika guru dan murid saat keluar dayah punya keahlian dalam menulis, karena ilmu yang bermanfaat terus-menerus adalah menulis, juga menulis merupakan hal yang paling berguna walaupun kita sudah tiada tulisan tetap bisa dibaca oleh orang lain," kata Tarmizi, Kamis (27/8/2020).

Dinas juga menganggap ini sangat penting untuk masa depan guru dan santri agar dapat memberikan kontribusi pemikirannya terhadap isi kitab-kitab klasik.

"Harapan kita bagaimana setelah ini guru dan santri mampu menerjemah isi-isi kitab klasik secara tekstual dan mampu melahirkan kontekstual," jelasnya.

Ia menjelaskan juga bahwa menulis merupakan perintah Islam yang disebutkan dalam Surah Al-Alaq yakni iqra' yang artinya bacalah. Jika tidak ada yang ditulis tidak mungkin ada yang bisa dibaca.

"Kenapa ulama dulu sampai sekarang bertahan dan diingat karena peninggalan tulisannya. Jadi keinginan kami bagaimana mencerdaskan santri hari ini sesuai dengan zamannya, maka salah satunya dengan penulisan," ujar Tarmizi.

Tarmizi menambahkan bahwa pihaknya bertugas menyiapkan kader, mensikapi untuk ikut keadaan dunia saat ini. "Kedepan bagaimana tengku dayah bisa hidup dari segala sisi, jadi jangan difikir orang dayah hanya berteman dengan orang dayah saja, jadi ada keterbukaan kedepannya," tutupnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini