Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Persentase Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Rendah dari Rata-Rata Dunia, Ini Penjelasannya

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 620 2283176 persentase-kasus-aktif-covid-19-indonesia-lebih-rendah-dari-rata-rata-dunia-ini-penjelasannya-D4KmCE44PE.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

JAKARTA - Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah kasus aktif virus corona di Indonesia mencapai 60.064 atau 22,9 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata dunia yakni 23,16 persen.

"Jumlah kasus aktif 60.064 atau 22,9 persen di mana angka dunia 23,16 persen," ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Sementara jumlah kasus sembuh di Indonesia mencapai 191.853 atau 73,2 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata dunia yang mencapai 73,77 persen.

"Sedangkan kumulatif jumlah kasus meninggal 10.105 atau 3,9 persen di mana kasus dunia 3,05 persen," imbuhnya.

Untuk diketahui pada Kamis 24 September 2020 terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 4.634 sehingga akumulasinya menjadi 262.022.

Sementara itu kasus sembuh bertambah 3.895 sehingga totalnya menjadi 191.853. Kemudian kasus meninggal dunia bertambah 128 sehingga totalnya mencapai 10.105 orang.

Sementara itu pemerintah terus berupaya menanggulangi penyebaran Covid-19. Salah satu langkahnya adalah menyiapkan vaksin.

Baca Juga: Bertambah 3.895, Total 191.853 Orang Sembuh Covid-19 

Namun epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengingatkan pemerintah untuk mengutamakan aspek keamanan dalam penyediaan vaksin Covid-19

Dicky menerangkan, saat ini vaksin yang dibuat Sinovac belum melaporkan hasil risetnya ke dalam jurnal ilmiah. Kata dia, hanya ada tiga vaksin yang telah melaporkan hasil uji fase III yakni vaksin Modrena Therapeutics, Pfizer, dan Universitas Oxford dan AstraZenecca.

"Tiga itu yang saat ini akses data progres risetnya terbuka dan bisa dilihat secara transparan dan data Sinovac ini kalau secara resminya belum. Secara ilimiah, tapi kalau secara fase I dan II sudah. Apakah di fase III ini progresnya seperti apa belum ada," kata Dicky saat berbincang dengan Okezone, Selasa (22/9/2020).

Dicky enggan berkomentar lebih lanjut soal vaksin Sinovac lantaran belum adanya laporan secara jurnal ilimiah. Selama ini, sambung dia, dirinya hanya mengetahui perkembangan vaksin Sinovac melalui media.

"Kalau secara kampanye bahwa dia ada, ya. Tapi itu kan di news paper tapi bukan di jurnal ilmiah. Sehingga saya belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena data terakhir rujukannya akademis, bukan dari koran. Sekarang mereka sedang berproses itu saja," jelas dia.

Baca Juga: Suspek Covid-19 Saat Ini Capai 110.910 Orang 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini