Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eksistensi Anjing dalam Melacak Virus Corona, Akurasinya Tinggi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 620 2283636 eksistensi-anjing-dalam-melacak-virus-corona-akurasinya-tinggi-xEw1YqHQsb.jpg Anjing digunakan untuk deteksi Covid-19 di bandara (Foto : Euronews)

Sejak wabah virus corona muncul di akhir Desember 2019, ilmu pengetahuan mengenai penyakit Covid-19 terus mengalami pembaharuan. Begitu juga soal proses pelacakan virus corona di antara masyarakat.

Selain menggunakan thermal gun, thermal scanner, Rapid Test, PCR Test, proses pelacakan juga kini mengandalkan indera penciuman anjing. Ya, beberapa peneliti mulai menganalisis kemampuan anjing dalam mengendus keberadaan virus corona dalam tubuh manusia.

Teknik ini mulai ramai dibahas di dunia ilmiah pada April 2020. Waktu itu, peneliti di University of Pennsylvania dan London School of Hygiene and Tropical Medicine mulai melatih anjing untuk dapat melacak virus corona yang sudah ada di tubuh manusia.

Anjing

Penggunaan anjing sebagai 'alat' screening virus corona Covid-19 ini rencananya akan dilakukan di bandara, perkantoran, dan rumah sakit. Dengan kemampuan mengendus anjing yang luar biasa, diharapkan penyebaran virus corona dapat dihentikan.

Menurut Kepala Departemen Pengendalian Penyakit di London School of Hygiene and Tropical Medicine James Logan, anjing-anjing berbakat akan diseleksi dan digunakan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

Sekolah ini sebelumnya mengeluarkan laporan, anjing dapat mengidentifikasi infeksi malaria, dan karena dasar itu, peneliti percaya anjing pun bisa mengidentifikasi Covid-19. Peneliti di sekolah ini tengah melatih enam ekor anjing yang nantinya akan ditempatkan di bandara.

"Setiap anjing diharapkan dapat meng-screening 250 orang per hari. Sekarang, kemampuan anjing tengah ditingkatkan sehingga dapat digunakan di pintu masuk negara lain, termasuk di bandara," kata Logan.

Anjing

Baca Juga : Intip Jessica Iskandar Santai di Kolam Renang, Netizen: Sambil Makan Odading Makin Nikmat

Sementara itu, University of Pennsylvania rencananya akan melatih delapan ekor anjing Labrador. Anjing-anjing itu akan dilatih mengidentifikasi bau. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan sampel urin dan swab pasien positif maupun negatif Covid-19.

"Anjing-anjing ini sebetulnya tak peduli apa bau yang dikeluarkan, tetapi secara natural mereka mampu mengenali adanya sesuatu hal yang berbahaya dari sampel yang diberikan," tambah Otto.

Kini, anjing benar-benar digunakan untuk melacak virus corona. Bandara Helsinki mempercayakan indera penciuman anjing untuk melacak keberadaan Covid-19.

Dilaporkan New York Post, anjing terlatih mulai melakukan pekerjaannya di bandara Helsinki-Vantaa Finlandia. Tapi, karena hasil studi ilmiah komparatif mengenai seberapa akurat penciuman anjing melacak corona belum keluar, pihak bandara tetap meminta pengunjung untuk melakukan tes swab untuk memastikan hasilnya.

Di bandara tersebut, ditugaskan 15 anjing dan 10 instruktur yang disponsori klinik hewan swasta di Finlandia. Ras anjing yang diturunkan untuk tugas ini salah satunya adalah Kossi atau anjing yang dikenal sebagai penyelamat dari Spanyol. Anjing ras ini sebelumnya sudah ditugaskan mendeteksi kanker.

"Apa yang telah kami lihat dalam penelitian kami adalah bahwa anjing akan menemukan penyakit yang ada di tubuh manusia meski lima hari belakangan si pasien tidak merasakan gejala apapun," kata Anna Hielm-Bjorkman yang adalah Adjunct Professor di Universitas Helsinki dan ahli dalam bidang klinis.

Anjing

Sementara itu, efektivitas penciuman anjing dalam melacak Covid-19 dinilai peneliti dari Medical Detection Dogs di Milton Keynes bisa dipertanggungjawabkan. Ya, hasil penelitian mereka menemukan bahwa tingkat akurasi penciuman anjing dalam melacak virus corona sangat baik.

"Anjing-anjing yang kami teliti menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka dapat mengendus virus. Penelitian ini membawa hasil yang sangat positif," kata Claire Guest peneliti dalam studi ini.

Dijelaskan dalam penelitian ini, para anjing yang dilatih akan diajarkan mengenali virus yang terdapat di kaos kaki, stoking, dan masker. "Salah satu anjing yang diteliti sudah pernah mengenali penyakit malaria dan Parkinson. Jadi, kami tahu ini akan berjalan lancar," sambung dr Guest pada BBC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini