Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus COVID-19 Menurun, Sandiaga Uno Ingatkan Masyarakat Jangan Eforia

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 September 2021 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 620 2467078 kasus-covid-19-menurun-sandiaga-uno-ingatkan-masyarakat-jangan-eforia-xUfC8yutQK.jpg Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Kemenparekraf)

USAI ikut rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, keadaan COVID-19 di Indonesia sudah mulai terkendali.

Sandiaga mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejauh ini telah menunjukkan hasil yang baik. Akan tetapi ia mengingatkan jangan sampai ada euforia.

Baca juga:  Kala Sandiaga Jualan Selendang Mayang di Setu Babakan, Bikin Mabuk Kepayang

"Bahwa situasi sekarang sudah baik terkendali, dan terus menurun namun jangan pernah kita euforia," katanya saat Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (6/9/2021).

Presiden dan Menparekraf juga menyoroti kejadian macetnya Puncak Bogor, Jawa Barat. Kemudian Sandiaga sendiri merasakan kemacetan yang terjadi belakangan ini, setelah ia pulang melakukan kunjungan ke Desa Wisata, Kabupaten Sukabumi saat akan bertandang ke Jakarta.

"Saya merasakan macet pulang dari Sukabumi. Berarti ini adalah menunjukkan intensitas mobilitas yang meningkat," tuturnya.

 

Selain itu terkait dengan penggrebekan protokol kesehatan (Prokes) di Holywings, Kemang, Jakarta Selatan. Hal ini merupakan bagian dari contoh euforia yang dilakukan oleh masyarakat, tanpa menghiraukan prokes dan akan berakibat naiknya kasus COVID-19 kembali di Indonesia.

Baca juga:  Sandiaga Rekomendasikan 2 Usaha yang Cocok Dibuka saat Pandemi, Apa Itu?

Kejadian tersebut membuat pemerintah, khusus Kemenparekraf melakukan sosialisasi. Kemudian pentingnya penggunaan QR Code dari aplikasi Peduli Lindungi.

"Kemarin sempat viral di Holywings. Tempat yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan kita tindak tegas, dan diberikan sosialisasi terhadap penggunaan QR Code, karena hasil pantauan sementara menunjukkan bahwa QR tidak digunakan secara semestinya," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini