Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 8 Protokol Kesehatan Haji 2020 yang Ditetapkan Arab Saudi

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 620 2235180 ini-8-protokol-kesehatan-haji-2020-yang-ditetapkan-arab-saudi-XvGLupGBdd.jpeg Masjidil Haram (Okezone.com/Widi)

ARAB Saudi memutuskan tetap menyelenggarakan ibadah haji 2020, tapi membatasi jamaah tidak lebih dari 10.000 orang yang semuanya berasal dari dalam negeri. Mereka akan menerapkan langkah-langkah kesehatan secara ketat dan protokol pelaksanaan ibadah haji.

Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang masih mewabah.

Baca juga: Indonesia Apresiasi Putusan Arab Saudi Gelar Haji 2020 dengan Jamaah Terbatas

Melansir dari Saudigazatte, Selasa (23/6/2020), pemerintah Arab Saudi sudah menyusun protokol kesehatan terkait ibadah haji di tengah pandemi Covid-19.

Berikut 8 protokol haji yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi:

1. Tidak lebih dari 10.000 orang akan diizinkan untuk melakukan ibadah haji.

2. Semua peziarah akan diuji sebelum mereka mencapai situs suci.

3. Hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun yang diizinkan berhaji tahun ini.

4. Semua jamaah akan diminta mengkarantina diri setelah menyelesaikan ritual haji.

5. Semua pekerja dan relawan akan diuji sebelum ibadah haji dimulai.

6. Status kesehatan semua peziarah akan dipantau setiap hari.

7. Rumah sakit telah disiapkan untuk keadaan darurat yang terjadi selama ziarah.

8. Langkah-langkah jarak sosial akan ditegakkan.

Baca juga: Jika Diizinkan Arab Saudi, Aceh Siap Kirim Jamaah Haji

Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Muhammad Saleh Benten berharap bahwa jumlah jamaah haji domestik yang melakukan haji tahun ini tidak akan lebih dari 10.000 orang.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada peziarah dari luar Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah dalam konferensi pers secara virtual via Zoom berujar bahwa para peziarah harus berusia kurang dari 65 tahun dan tidak menderita penyakit kronis apa pun.

Ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam dan keharusan bagi umat Islam tahun ini akan tetap terselenggara namun dalam terbatas. Hanya orang-orang dari dalam Kerajaan dan mukimin yang diperkenankan berhaji tahun ini.

Setiap tahun, sekitar 2,5 juta peziarah mengunjungi situs-situs Islam paling suci di dua kota suci yaitu Makkah dan Madinah.

Guna mencegah virus corona menyebar di antara para jamaah haji, maka Kementerian Kesehatan Saudi, bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, telah mengembangkan rencana untuk memastikan keselamatan semua pengunjung.

"Kami telah bekerja dengan Kementerian Kesehatan untuk mengembangkan langkah-langkah dan protokol pencegahan dan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan musim haji yang aman," kata Benten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini