Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Arahan Jokowi Terkait Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Covid-19

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 620 2223795 lima-arahan-jokowi-terkait-pemulihan-ekonomi-nasional-di-tengah-covid-19-yWHIfm1Q6u.jpeg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima arahannya dalam rapat terbatas mengenai penetapan program pemulihan ekonomi nasional dan perubahan postur APBN 2020. Jokowi memimpin rapat dihadiri kabinetnya itu melalui konferensi video langsung dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Kepala Negara meminta para menteri mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Jokowi tak mau ekonomi terpuruk lagi.

Namun, dia meminta agar jajarannya tetap berhati-hati dalam menjalankan program, jangan terjadi penyelewangan.

“Saya ingatkan program pemulihan ekonomi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntable, mampu mencegah terjadinya moral hazard,” katanya.

Berikut lima arahan Presiden Jokowi:

 

Pertama, tantangan kita terbesar saat ini bgmn menyiapkan pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dgn kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi negara kita kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi. kita tahu kuartal pertama ekonomi kita hanya mampu tumbuh 2,97 persen. Kuartal kedua, ketiga dan keempat kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam lagi, tidak sampai minus, dan bahkan kita harapkan kita pelan pelan mulai bisa rebound, krn itu saya minta semua skema pemulihan ekonomi yang sudah dirancang seperti subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank-bank terdampak restrukturisasi, penjaminan kredit modal kerja, PMN untuk BUMN dan investasi pemerintah untuk modal kerja, saya harapkan saya minta dan saya ingin pastikan ini harus segera operasional di lapangan segera dilaksanakan.

 

Kedua, program pemulihan ekonomi nasional memberikan manfaat nyata pada pelaku usaha, utamanya sektor industri padat karya agar mereka tetap mampu beroperasi, ini penting dan mencegah PHK yang massif, dan mampu mempertahankan daya beli para karyawannya, pekerjanya. Sektor industri padat karya perlu menjadi perhatian.

Hati-hati sekali lagi untuk industri padat karya, karena sektor ini menampung tenaga kerja yang sangat banyak, sehingga guncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya.

Ketiga, saya minta konsep berbagi beban, sekali lagi saya minta konsep berbagi beban, sharing the pain, harus menjadi acuan bersama, antara pemerintah, BI, OJK, perbankan dan pelaku usaha harus betul-betul bersedia memikul beban, bergotong royong, bersedia bersama-sama menanggung resiko secara proporsional dan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, agar pelaku usaha, korporasi tetap mampu berjalan, PHK massif dapat bisa kita cegah, sektor keuangan stabil, pergerakan roda ekonomi terus bisa kita jaga.

Keempat, saya ingatkan program pemulihan ekonomi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntable, mampu mencegah terjadinya moral hazard. Ini penting sekali, karena itu saya minta pada Jaksa Agung, BPKP, LKPP dari awal sdh melakukan pendampingan, dan jika diperlukan KPK bisa dilibatkan untuk memperkuat sistem pencegahan.

Kelima, terkait perubahan postur APBN 2020, saya mendapat laporan bahwa berbagai perkembangan dalam penanganan Covid, dan berbagai langkah strategis pemulihan ekonomi membawa konsekuensi adanya tambahan belanja yang berimplikasi pada meningkatnya defisit APBN, untuk itu saya minta Menteri Koordinator Perekonomian, Menkeu, Bappenas, melakukan kalkulasi lebih cermat, detail, matang terhadap risiko fiskal kita ke depan.

Saya ingin tekankan lagi, agar perubahan postur perubahan APBN dilakukan hati-hati, transparan, akuntabel, sehingga APBN 2020 bisa dijaga, dipercaya dan tetap kredibel.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini